Radar Batang

Peringati Maulid, Ribuan Santri Lantunkan Shalawat

BATANG – Ayat-ayat Alquran dan shalawat menggema dari Lapangan Tarup Desa Subah, Rabu (9/1) malam, yang dilantunkan ribuan santri yang tergabung dalam komunitas Zahir Mania.

RAMAI – Wabup Suyono memberikan arahan kepada ribuan santri yang memadati Lapangan Tarup Subah dalam kegiatan Maulid Nabi, Rabu (9/1) malam kemarin. Mereka juga khusyu melantunkan shalawat bersama.

Tidak hanya asyik masyuk melantunkan sholawat Nabi, tapi berbagai atribut bendera komunitas pecinta sholawat mereka kibarkan. Kegiaatan Bershalawat tersebut dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H dengan pembicara Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya, Habib Ali Assegaf, dan KH Abdul Khalif Magrufi.

Wakil Bupati Batang, Suyono yang hadir bersama Ketua DPRD Kabupaten Batang, Imam Teguh Raharjo dan anggota Forkopimcam menyampaikan apresianya atas kegiatan tersebut. Hal itu dinilai menginspirasi umat untuk selalu berdoa agar diberikan keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan untuk tetap menjalankan ibadah.

“Saya selaku Wakil Kepala Daerah sangat mengapresiasi Shalawatan, dengan bersholawat kita akan mendapatkan keberkahan dan kemuliaan,” tutur Suyono.

Menurutnya, dengan semakin banyak beribadah atau menunaikan tuntunan agama, maka dapat menjauhkan diri kepada hal yang negatif, seperti pergaulan bebas, free sex, miras, dan narkoba. Daripada

“Saya sangat bangga dengan acara-acara pengajian dan sholawatan seperti ini. Ini sangat baik, tidak hanya hubungan kita dengan Allah tetapi juga dengan sesama kita. Dengan Sholawatan bersama akan membangun silaturmi sesama umat muslim,” imbuhnya.

Tak hanya itu, kegiatan Islami semacam itu juga kata Suyono bisa menjauhkan bangsa dari berbagai bencana alam dan menjadi wasilah bagi memakmurkan bangsa Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Batang khususnya.

Wabup juga berpesan, sebagai generasi muda, IPNU dan IPPNU harus dapat meneruskan apa yang menjadi cita-cita para pemimpin bangsa, para ulama. Jangan sampai hanya menjadi penikmat apa yang telah diperjuangan oleh para ulama.

“Aset terbesar suatu bangsa adalah generasi muda, sehingga dibutuhkan para generasi penerus yang memiliki bakat kemampuan dan sifat yang baik guna memakmurkan bangsa ini,” pungkasnya. (fel)

Facebook Comments