Radar Kajen

Salahi Aturan, Kampanye Caleg DPR RI Ini Dibubarkan Paksa

KAJEN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan kembali membubarkan acara kampanye salah satu calon legislatif DPR RI. Acara kampanye yang akan segera dimulai di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang saat itu dihentikan, karena dihadiri oleh 70 perangkat desa se kecamatan setempat.

PEMBUBARAN – Suasana saat Tim Panwascam Kecamatan Kandangserang membubarkan acara kampanye caleg DPR RI, di Desa Bojongkoneng, kecamatan setempat. MUHAMMAD HADIYAN

Pembubaran tersebut dilakukan Bawaslu karena melanggar ketentuan pidana pemilu Pasal 493 UU No 7/2017 juncto Pasal 280 ayat 2 huruf i, dimana kegiatan kampanye pemilu dilarang mengikutsertakan perangkat desa.

Divisi Hukum dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Wahyudi Sutrisno mengatakan, kegiatan itu memang sudah ada STTP-nya dari Polres. Namun ternyata, dalam kegiatan tersebut, audiennya adalah perangkat desa.

“Disitu ada perangkat desa se Kecamatan Kandangserang. Makanya, kami terpaksa menghentikannya,” kata Wahyudi, kemarin.

Pihaknya memberikan dua pilihan kepada tim kampanye di lokasi, pertama, tetap kampanye tapi perangkat desa tidak diikutsertakan; kedua, perangkat desa tetap ada, namun kampanye ditiadakan.

“Karena kebetulan pada waktu itu pihak caleg belum datang. Namun, para perangkat desa sudah ada di lokasi acara. Sehingga, kegiatan terpaksa dibubarkan,” ujar Wahyu.

Dijelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada Hari Minggu lalu, 6 Januari 2019, tepatnya pukul 11.00 WIB.

“Pembubaran yang kami lakukan merupakan salah satu upaya pencegahan pelanggaran pidana Pemilu,” lanjutnya.

Pihaknya berharap, peserta Pemilu benar-benar memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga tidak melibatkan pihak-pihak yang dilarang ikut serta dalam Kampanye seperti perangkat desa dan kepala desa. Karena pelakunya dapat dipidana dengan pidana penjara maksimal 1 tahun dan denda 12 juta rupiah. (yan)

Facebook Comments