Radar Kajen

Giliran PPDRI Kota Santri Nyatakan Absen di Aksi 141 di Jakarta

KAJEN – Persatuan Perangkat Desa Republik Indonesia (PPDRI) tidak akan mengikuti aksi demonstrasi perangkat desa pada 14 Januari 2019 atau aksi 141 untuk menuntut realisasi janji kampanye Joko Widodo dan Jusuf Kala. PPDRI akan absen dalam aksi perangkat desa yang menuntut dijadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Giliran PPDRI Kota Santri Nyatakan Absen di Aksi 141 di Jakarta
PERNYATAAN – Jajaran PPDRI Kabupaten Pekalongan menyatakan sikap tak akan hadir dalam aksi 141 menuntut janji Jokowi-JK, di Jakarta. MUHAMMAD HADIYAN

Sikap absen dalam aksi ke Jakarta ini dilakukan oleh segenap jajaran PPDRI se Indonesia, termasuk perangkat desa di Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam organisasi PPDRI.

Sekretaris PPDRI Kabupaten Pekalongan, Ajunis SN mengatakan bahwa pihaknya lebih berkonsentrasi dalam penyelenggaraan pemerintah desa, memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan memajukan desa. Hal itu lebih mendorong terciptanya desa yang maju dan masyarakat desa yang lebih sejahtera.

“Perjuangan perangkat desa sudah final dan perjuangan itu sudah membuahkan hasil yakni Undang-Undang tentang Desa, jadi tidak perlu ikut,” tuturnya

Menurutnya, secara berjenjang PPDRI tidak terlibat dalam aksi. “Kalaupun ikut, berarti bukan dari organisasi kita,” tegasnya.

Pihaknya tidak mempersalahkan soal aspirasi yang dibawa dalam aksi nanti. Bahkan perjuangan aksi ke Jakarta sah. Hanya saja, lanjut dia, pihaknya tidak sepaham karena aksi tersebut rawan ditumpangi agenda politik. Terlebih 2019 adalah tahun politik.

“Kita sudah bertemu dengan Gubernur Jateng. Jika memang ingin mengeluarkan aspirasi ke presiden, kita punya metode lain, yakni melalui forum dialog,” tandasnya.

Pernyataan absen dalam aksi 141 itu didasari dengan hasil rapat PPDRI Kabupaten Pekalongan pada tanggal 6 Januari 2019 di Sekretariat PPDRI. (yan)

Facebook Comments