Radar Jateng

Jasa Rice Mill Keliling Disweeping

Satu lagi langkah penertiban dilakukan Satlantas Polres Tegal terhadap pengusaha rice mill berjalan yang berupaya merubah mesin rice mill menjadi kendaraan dan beroperasional di jalan raya. Kapolres AKBP Dwi Agus Prianto SIK MH melalui Kasat Lantas AKP M Adiel Aristo SIK menyatakan, upaya pembinaan akan terus dilakukan terhadap pengusaha rice mill, agar bisa menghentikan kegiatan yang membahayakan pengendara lainnya.

Jasa Rice Mill Keliling Disweeping
DIHENTIKAN – Petugas Satlantas hentikan rice mill keliling yang beroperasi di jalan raya, kemarin. HERMAS PURWADI/RADAR SLAWI

“Selain memberikan imbauan agar mereka tidak mengoperasionalisasikan kendaraan tersebut di jalan raya, kami juga meminta mereka untuk merubah kembali kendaraannya seperti semula agar tidak membahayakan pengendara yang lain,”ungkapnya, Selasa (8/1).

Dia menyatakan, dengan merubah mesin rice mill menjadi kendaraan yang beroperasional di jalan raya membuat kendaraan tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak dilengkapi dengan kelengkapan seperti lampu utama dan lampu rem.

“Bila hal ini dibiarkan akan sangat membahayakan pengguna jalan lain, karena kendaraan hasil modifikasi itu tidak dilengkapi lampu sein dan klakson,”ujarnya.

Pihaknya juga berencana dalam waktu dekat akan melakukan penertiban keberadaan becak motor (betor) yang kian menjamur di wilayah hukumnya.

“Hal ini dilakukan selain untuk menekan fatalitas di jalanan dan menjadi pemicu terjadinya laka lantas, juga lantaran betor tidak termasuk jenis kendaraan bermotor yang telah ditentukan dalam PP Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi,” terang dia.

Diakuinya, perlu memberi ketegasan kepada pengemudi betor untuk memilih apakah ingin menjadi penarik becak atau ojek. Awalnya betor menjadi solusi bagi pengemudi becak onthel yang telah berusia senja dan tidak kuat lagi mengayuh becak tetapi tidak bisa mencari pekerjaan yang lain. Namun karena belum melalui proses pengujian di dinas perhubungan setempat, juga karena minimnya alat penjamin keselamatan pengemudi dan penumpang betor, betor dilarang beroperasi di ruas jalan utama.

Langkah untuk menekan penyebab awal terjadinya laka lantas juga ditempuh dengan memberikan dikmas lantas kepada pengemudi truk yang membawa muatan material pasir yang belum menutup muatannya dengan terpal. “Penindakan kami berikan dengan surat tilang, karena hal ini sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain,”tandasnya. (her/ima)

Facebook Comments