Pelatihan Barista, Peserta Bisa Miliki Sertifikat Berstandar Prancis

by
PELATIHAN - Puluhan lulusan Kejar Paket C PKBM Bina Warga Pegandon, Kabupaten Kendal, mendapatkan Pelatihan Paket C Vokasi Kompetensi Keahlian Barista. NUR KHOLID MS

KENDAL – Program kreatif digulirkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Warga Pegandon, Kabupaten Kendal, untuk para lulusan Kejar Paket C. Mereka diiktsertakan dalam Pelatihan Paket C Vokasi Kompetensi Keahlian Barista, sehingga selain meningkat keahiannya juga berhak mengantongi sertifikat berstandar Prancis.

PELATIHAN – Puluhan lulusan Kejar Paket C PKBM Bina Warga Pegandon, Kabupaten Kendal, mendapatkan Pelatihan Paket C Vokasi Kompetensi Keahlian Barista. NUR KHOLID MS

Pelatihan yang digelar dua hari, Sabtu sampai Minggu (5-6/1) itu digagas PKBM dengan menggandeng LSP BPKKA Lembang selaku pihak mengeluarkan sertifikat yang berstandar Prancis. Sementara para instrukturnya dihadirkan barista dari FCS Coffe Shop Pemalang.

Ketua PKBM Bina Warga, Maftukhin mengatakan, pelatihan meracik kopi ala barista diberikan sebagai respon atas produktivitas kopi di Kabupaten Kendal yang meningkat signifikan. Selain itu, popularitas kopi juga tengah naik daun dalam beberapa tahun terakhir.

“Kehadiran Barista ini akan membuat nilai jual kopi yang diracik anak-anak bisa bernilai tinggi, sebab mereka memang ahli dalam meracik kopi,” ungkapnya, Minggu (6/1).

Dijelaskan, PKBM Bina Warga Pegandon sudah melakukan berbagai pelatihan kepada anak didiknya, seperti pembuatan beragam kue, minuman susu kedelai bergizi tinggi, rias pengantin, dan lainnya. Sementara untuk meningkatkan minat serta menciptakan pengusaha muda, dihadirkanlah pelatihan barista dengan harapan kopi asli Kendal dapat dipopulerkan.

“Tujuan utama dari direktorat memberikan pelatihan khusus bagi Kejar Paket C ini untuk menciptakan pengusa muda di bidang kopi yang semakin lama popularitasnya terus meningkat. Lebih lagi, sorang barista murni di Kendal belum terlalu banyak, namun pecinta kopinya cukup tinggi,” jelas Maftukhin.

Dalam pelatihan meracik kopi ala barista itu, PKBM bekerja sama dengan LSP BPKKA Lembang sebagai pihak yang mengeluarkan sertifikat. Dengan adanya sertifikasi yang dikeluarkan dapat memberikan nilai tersendiri bagi barista muda. “Karena sertifikat yang dikeluarkan berstandar Prancis.

Barista dari FCS Coffe Shop Pemalang, Sukron mengatakan, materi yang diajarkan dalam pelatihan tersebut adalah bagaimana memilih biji kopi yang baik serta tentang penggunaan alat peracik dari yang manual hingga menggunakan mesin. “Kemampuan barista itu, selain mampu memilih biji kopi yang baik juga harus mahir mengoperasikan alat,” katanya.

Jika sudah mendapatkan lisensi, sambung Sukron, bagi barista baru dapat menggunakan sertifikasi tersebut untuk melamar ke berbagai hotel maupun kafe atau dapat digunakan untuk membuka kedai sendiri. “Dengan adanya sertifaksi yang telah diterbitkan kemampuan barista telah diakui sebagai peracik kopi,” pungkasnya. (nur)