Features

Sepasang Pengantin Akad Nikah di Tengah Laut

AGUS BLACK/RATEG
AKAD NIKAH – Sepulloh dan Taryem saat mengikuti proses akad pernikahan di tengah Pantai Batam Sari yang ombaknya cukup besar.

ADA yang unik dalam perkawinan kedua yang digelar pasangan Sepulloh Fatah, 41, warga Desa Wangandawa RT 22 RW 05 Talang dengan Taryem, 37, warga Tarub Kabupaten Tegal. Sebab, setelah sempat pisah ranjang selama setahun, dan hendak rujuk kembali, proses akad pernikahan digelar di tengah laut Pantai Batam Sari Panggung Kota Tegal, Selasa 1 Januari 2019 pukul 13.01 WIB.

Tak pelak, prosesi pernikahan ini menjadi perhatian para pengunjung Pantai Batam Sari Panggung, yang sedang menikmati liburan awal tahun 2019. Ya, pernikahan yang digelar oleh pengantin yang berprofesi sebagai tukang batu itu memang memiliki sejarah, hingga perkawinan yang kali kedua itu digelar di lingkungan Obyek Wisata (OW) Batam Sari yang belum lama ini diresmikan oleh Wali Kota Tegal HM Nursoleh.

Sepulloh dengan Taryem awalnya menggelar perkawinan pada tahun 2001 tepatnya pada tanggal 1 Januari pukul 13.01 WIB. Hingga pasangan suami istri itu dikaruniai 1 anak laki-laki yang kini sudah berusia 16 tahun, dan memiliki nama Agung Gumelar.

Di tengah perjalanan hidupnya, sekitar bulan September 2017, bahtera rumah tangga dua jenis yang berbeda itu memiliki perselisihan. Hingga, keduanya pun akhirnya pisah ranjang kemudian pisah rumah. Terlebih saat itu, orang tua sang istri juga mengalami sakit.

Di tengah keributan orang tua hingga sampai berpisah, nampaknya berdampak pada kondisi anak, Agung Gumelar yang mengalami depresi. Sementara melihat sang anak yang depresi, Sepulloh dan Taryem pun akhirnya tak tega melihatnya. Hingga keduanya berencana untuk rujuk kembali.

Termasuk sebagai bentuk perayaan pernikahan hingga proses pernikahan, diulang kembali dengan tanggal dan hari serta jam yang sama, yakni di awal tahun.

”Pada saat saya berpisah, pada September 2017 hingga 25 Desember 2018, saya banyak menghabiskan waktu dengan instropeksi diri di Pantai Batam Sari Panggung Kota Tegal. Bahkan, saya nyaris mengakhiri hidup di pantai itu,” aku Sepulloh.

Namun demikian, pria yang mengaku sebagai tukang batu itu selalu ingat dengan kondisi anak. Hingga dirinya mendapatkan sahabat di lingkungan Pantai Batam Sari, dan memberikan pesan agar dirinya harus kembali rujuk demi menyelamatkan anak.

”Hingga akhirnya, saya dengan Taryem pada 26 Desember 2018, sepakat untuk rujuk kembali dan akan kembali digelar akad pernikahan di Pantai Batam Sari,” jelasnya.

Sepulloh juga mengaku, kenapa digelar di Pantai Batam Sari, karena meski dirinya bukan orang pesisir namun dalam hatinya sangat senang dan cinta terhadap alam laut.

Makanya, dirinya juga berjanji akan terus berusaha memperindah lingkungan Batam Sari agar bisa menjadi wisata yang digemari masyarakat Tegal dan sekitarnya.

Sementara, sesuai janji Sepulloh, pada 1 Januari 2019, pukul 13.01 WIB, akan pernikahan pun digelar di Pantai Batam Sari. Dengan menaiki getek rakitan, kedua mempelai itupun melangsungkan pernikahan di tengah pantai Batam Sari. Dengan mengundang penghulu, Sepulloh pun untuk kali kedua melangsungkan akad pernikahan dengan Taryem.

Dan kali ini, selain mas kawin berupa seperangkat alat solat, tukang batu itu juga memberikan mas kawin berupa sepeda motor Yamaha N Max dan memberikan sumbangan kepada Pokdarwis Pantai Batam Sari berupa bangunan satu unit rumah Hoobyt.

”Saya menggelar akad pernikahan di sini (Pantai Batam Sari) bukan maksud untuk ria atau yang lain. Harapan saya yakni akan membina rumah tangga dengan istri tercinta agar keluarga menjadi Sakinah Mawadah Warohmah. Dan yang terakhir, keluarga kami bisa memberikan manfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.

Sementara dalam proses akad pernikahan Sepulloh dengan Taryem yang digelar di Pantai Batam Sari, membuat ratusan pengunjung pun ikut menyaksikannya. Tak sedikit mereka penasaran dengan acara pernikahan yang baru ada digelar di pantai.

Ya, meski ombak tengah besar, namun kedua mempelai sangat hikmad saat mengikuti proses akad nikah. Bahkan, usai resmi dinyatakan suami istri yang sah, keduanya juga sempat menangis hingga berakhir kebahagiaaan. (gus/ela)

Facebook Comments