Tuntas, Semua Puskesmas Sudah Terakreditasi

oleh -
Slamet Budiyanto, Kepala Dinkes Kota Pekalongan
Slamet Budiyanto, Kepala Dinkes Kota Pekalongan

KOTA PEKALONGAN – Menutup tahun 2018, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menuntaskan salah satu target dalam menjamin mutu pelayanan ke masyarakat, yakni merampungkan akreditasi untuk seluruh puskesmas di Kota Pekalongan.

Slamet Budiyanto, Kepala Dinkes Kota Pekalongan
Slamet Budiyanto, Kepala Dinkes Kota Pekalongan

Atas kesuksesan itu, Dinkes juga mendapatkan penghargaan dari Kementrian Kesehatan Ri karena menjadi salah satu daerah yang berhasil mencapai 100 persen akreditas puskesmas.

“Ini sudah 100 persen puskesmas terakreditasi,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto kemarin.

Dengan sudah terakreditasinya 14 puskesmas di Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto berharap akan ada peningkatan dari kwalitas pelayanan di puskesmas.

Untuk mencapai akreditasi tersebut, dia menyatakan ada memaparkan ada beberapa komponen yang harus dipenuhi. Seperti perbaikan sistem hingga sarana dan prasarana puskemas. Kemudian ditambah inovasi pelayanan puskesmas yang buka sampai pukul 21.00 WIB atau 9 malam atau Pusdalu (Puskesmas Dalu) di empat puskesmas di masing-masing kecamatan yakni Puskesmas Noyontaan, Jenggot, Tirto dan Dukuh. Program tersebut jelas membantu masyarakat apabila mereka tidak bisa datang ke puskesmas pada pagi atau siang hari.

Slamet Budiyanto menambahkan, Dinkes juga tengah membuat inovasi pelayanan lain yang kedepan juga ingin diterapkan di seluruh Puskesmas yakni pelayanan ‘SMS Gateway’. Saat ini, baru satu Puskesmas yang sudah menerapkan sistem tersebut. Dengan menerapkannya di seluruh Puskesmas, masyarakat bisa lebih mudah melakukan pendaftaran untuk memperoleh pelayanan puskesmas hanya melalui handpone atau smartphone masing-masing.

Setelah akreditas Puskesmas, Dinkes juga tengah mengupayakan akreditasi untuk seluruh rumah sakit. Saat ini, dari 9 rumah sakit hanya 1 yang belum terakreditasi karena merupakan rumah sakit baru.

Kemudian, Dinkes juga mengembangkan sarana dan prasarana pengobatan masyarakat dengan produk herbal, atau non kimia melalui PSPJ (Pusat Sertifikasi dan Pelayanan Jamu). Adanya PSPJ bisa menjadi pengobatan alternatif masyarakat, yaitu menggunakan jamu. Saat ini, PSPJ juga telah memberikan resep kepada pasien dengan resep herbal berupa ramuan jamu.

Slamet Budiyanto berharap, seluruh program yang telah dilaksanakan akan diupayakan untuk terus berjalan atau bahkan meningkat di tahun-tahun mendatang. “Untuk 2019, kami berharap ada berkelanjutan dari kegiatan-kegiatan tersebut, juga peningkatan dalam pelayanan,” jelas Budi.

Kepada masyarakat, dia juga berpesan agar masyarakat tidak hanya datang ke puskemas ketika sakit, tapi juga bisa konsultasi agar tidak sakit. “Silakan memanfaatkan puskesmas untuk konsultasi kesehatan. Jadi masyarakat berkunjung ke puskesmas tidak hanya aspek kuratif, tapi bisa untuk pencegahan,” tandasnya. (nul)

PENULIS: M AINUL ATHO