Amankan Tanah Wakaf, Kemenag Mulai Jalankan Program Papanisasi

by
Amankan Tanah Wakaf, Kemenag Mulai Jalankan Program Papanisasi
PAPAN TANAH WAKAF - Kepala Kemenag Kota Pekalongan didampingi penyelenggara syariah, perwakilan BWI, takmir masjid, dan MUI Kota Pekalongan usai memasang papan informasi tanah wakaf di Masjid Agung Al Jami', Kauman, Kota Pekalongan, Kamis (27/12). DOK IST

KOTA PEKALONGAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan mulai menjalankan program papanisasi atau pemasangan papan informasi, pada tanah wakaf yang sudah bersertifikat di Kota Pekalongan.

Amankan Tanah Wakaf, Kemenag Mulai Jalankan Program Papanisasi
PAPAN TANAH WAKAF – Kepala Kemenag Kota Pekalongan didampingi penyelenggara syariah, perwakilan BWI, takmir masjid, dan MUI Kota Pekalongan usai memasang papan informasi tanah wakaf di Masjid Agung Al Jami’, Kauman, Kota Pekalongan, Kamis (27/12). DOK IST

Dalam beberapa hari terakhir, sampai Kamis (27), Kemenag sudah melakukan papanisasi di enam lokasi. Keenam lokasi ini yakni Masjid Jami’ Kauman, Masjid Umi Solechah Junaid (kompleks Ponpes Modern Alquran Buaran), Mushola Sk Hidayah (Krapyak, Pekalongan Barat), Masjid Al Muttaqin (Medono), Masjid Baitul Mukminin (Kuripan, Pekalongan Selatan), dan Masjid Assidiq (Baros, Pekalongan Timur).

Pemasangan papan informasi tanah wakaf itu dihadiri Ka Kemenag, Penyelenggara Syariah, perwakilan takmir masjid, perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Pekalongan, dan MUI setempat.

Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan Ahmad Mundakir, didampingi Penyelenggara Syariah Kan Kemenag setempat, M Thohirun, menjelaskan, papanisasi tersebut merupakan program Kemenag melalui Dirjen Binmas Islam. Kegiatan papanisasi tanah wakaf didasari masih banyaknya tanah wakaf yang sudah bersertifikat namun belum mempunyai papan tanah wakaf. Diharapkan, dengan adanya papanisasi tanah wakaf ini, masyarakat mengetahui bahwa tanah tersebut adalah tanah wakaf yang sudah bersertifikat.

“Papanisasi ini bertujuan untuk mengamankan aset tanah wakaf. Barangkali ada dokumen-dokumen dari tanah wakaf yang ketlingsut, jadinya kurang aman. Apalagi ada kasus tanah wakaf yang di masa lampau sudah diwakafkan oleh pemiliknya, ttapi karena dokumennya tidak diamankan, jadinya digugat oleh ahli warisnya,” katanya.

Mundakir menuturkan, sementara ini bantuan papanisasi tanah wakaf memang baru bisa diberikan ke enam lokasi. Itu dikarenakan terbatasnya anggaran. Namun harapannya, bantuan papanisasi tanah wakaf di tahun-tahun mendatang akan terus berlanjut.

Bantuan ini juga diharapkan bisa menyadarkan wakif (pemberi wakaf), nazir (penerima atau pengelola wakaf), maupun umat Islam untuk segera mengamankan tanah wakaf dengan mengurus sertifikatnya. Selain itu, diharapkan nazir berinistiatif untuk memasang papan wakaf pada tanah wakaf.

“Selanjutnya masyarakat, nadzir, maupun takmir masjid didorong untuk memasang papan informasi di atas tanah wakaf. Karena jika hanya dalam bentuk sertifikat tanah maka yang tahu hanya nadzir dan takmirnya saja,” imbuhnya. (way)

PENULIS: WAHYU HIDAYAT