Features

Kaget Lihat si Perempuan, Calon Mempelai Laki-laki Pilih Gantung Diri

ILUSTRASI gantung diri. KL gantung diri setelah gagal menikahi IT. (dok. JawaPos.com)

Tak jadi nikah, warga Dusun Lubuk Tapan, Desa Empunak Tapang Keladan, Kecamatan Ketungau Hulu berinisial KL memilih gantung diri, pada Senin (24/12) sekira pukul 19.15 WIB.

Kapolsek Kayan Hilir, Iptu Ya Yanto saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia menerangkan, pihaknya mendapat laporan dari warga Dusun Kelangau, Desa Jaya Sakti, Kecamatan Kayan Hilir bahwa ada warga yang belum dikenal, gantung diri.

“Dengan adanya informasi melalui telepon tersebut, kami bersama anggota dan dokter di puskesmas serta paramedis mendatangi lokasi penemuan mayat,” ujar Yanto, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Kamis (27/12).

Sekira pukul 20.00 WIB, Yanto mengatakan, pihaknya tiba di lokasi kejadian. Ternyata jenazah sudah diturunkan dari jeratan tali.

Korban saat itu sudah dalam posisi terbaring di tanah. Tepatnya di halaman SDN 17 Kelangau.

Yanto menceritakan, diketahui bahwa pada Senin (24/12), korban bersama orangtua laki-laki dan pamannya serta ketua adat datang dari Dusun Lubuk Tapang datang ke Desa Kelangau, Kecamatan Kayan Hilir untuk melamar seorang wanita yang akrab disapa Ita.

“Korban ini berkenalan dengan Ita melalui handphone. Sedangkan nomor handphone Ita itu didapat oleh bapak korban dari siaran radio, RRI,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, terjalin komunikasi berkelanjutan. Akhirnya korban siap datang ke desa pujaan hatinya itu untuk melamar sekaligus mengajak menikah.

Namun tak disangka, setelah bertemu dengan wanita pujaan hatinya itu, semua harapan kandas. “Ternyata Ita mengalami cacat mata permanen. Kemudian setelah itu korban menelepon kakaknya yang ada di Ketungau Hulu, bahwa dia gagal kawin dengan Ita,” katanya.

“Dia juga sempat mengatakan akan bunuh diri. Setelah itu handphone-nya dinonaktifkan sehingga tidak dapat dihubungi kembali,” lanjut Yanto.

Yanto mengatakan, bahwa Ita juga sempat menelepon kakaknya untuk memberitahukan bahwa dia gagal dinikahi tanpa tahu sebab akibatnya. Setelah handphone korban dihubungi tidak aktif, bapak dan pamannya mencari di sekitar desa tersebut.

Tepat pukul 18.00 WIB, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi sudah tergantung di belakang bangunan SD. Tepat di depan WC.

“Dugaan sementara penyebab kematian korban adalah murni karena gantung diri. Dari pihak keluarga korban menganggap masalah ini murni gantung diri dan tidak ada rencana untuk melaporkan atas kematian tersebut,” katanya.

Dengan adanya temuan mayat ini, langkah-langkah yang diambil kepolisan, kata Yanto, mendatangi lokasi, mengamankan barang bukti, mencatat identitas koban dan saksi serta melakukan pemeriksaan akibat kematian oleh dokter Puskesmas Nanga Mau.

“Jenazah akan dibawa kembali ke kampung asalnya di Dusun Lubuk Tapang Desa Empunak Tapang Keladan untuk dimakamkan,” pungkasnya. (jawapos)

Facebook Comments