Features

Kisah Mantan Sopir Angkota yang Kini Jadi Ketua DPRD, Dulu Hanya Bisa Mengusap Kini Bisa Menaiki Camry

Supriyadi tak hanya bisa mengusap, tapi kini Toyota Camry plat merah itu sudah menjadi mobil dinasnya. (RmolJateng)

“Kapan ya aku bisa naik mobil seperti ini?” kata mantan sopir angkot sekaligus pengurus PO atau Tayken di Terminal Terboyo, Supriyadi pada tahun 2000.

Ketika itu, Supriyadi menggumam sembari mengusap-usap bagian belakang Toyota Camry berpelat merah H 4 A milik ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, periode 1999-2004 Ismoyo Soebroto.

Siapa sangka roda nasib Supriyadi berputar ke atas. Kini, ucapan disertai usapannya kala itu terwujud. Mantan sopor angkot dan calo tiket terminal Terboyo itu jadi ketua DPRD Kota Semarang.

“Saya juga tidak menyangka bisa menaiki mobil yang sama (mobil ketua DPRD). Padahal waktu itu cuma menggumam saja,” kenang politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Semarang itu.

Ia lalu bercerita perjalanannya untuk sampai saat tidak mudah. Ucapannya itu tidak mungkin terwujud tanpa kerja keras, campur tangan Allah dan doa orangtua.

Sosok pria kelahiran Kota Semarang, 5 mei 1971 itu merintis kariernya dari bawah, yakni terminal. Lulus SMA, pada 1989, ia sempat jadi mandor atau tayken bus PO Jawa Indah perwakilan Semarang.

Lalu, ia pernah juga jadi sopir angkot hingga akhirnya mengenal dunia politik dan menjadi Ketua Anak Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Bulu Lor, mulai 1997-2000.

“Jangan cuma memandang saat ini saja. Dulu pun saya pernah susah. Pernah suatu kali uang susu anak saya pakai beli paku untuk bangun posko PDIP, saya juga sempat alami bingung cari makan,” ujarnya.

“Karena saya tahu jadi orang miskin tidak enak, maka saya bekerja keras. Dulu ketika miskin saya sering dipandang sebelah mata,” imbuh ayah dari Azalea Anggita Zahra, Syifa Salsabila Zahra, dan Ganapatih Delta Argani itu.

Meski jadi anak jalanan, bagi Supriyadi sosok orangtua merupakan hal yang penting. Tidak pernah sekalipun ia membantah perintah orangtua.

Ia pun mengikuti petuah dari orangtuanya untuk ‘laku prihatin’ dan melaksanakan puasa Senin-Kamis hingga puasa weton (puasa hari pasar kelahiran).

“Pesan ortu saya itu yang penting hidup benar tapi pener. Dari sini saya juga tahu bahwa setiap orang bisa mengubah nasibnya jika sungguh-sungguh, tulus dan ikhlas,” ucapnya.

Setelah itu, karier suami dari Iin Indriawati Dewi Mayasari itu mulai melesat.

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PAC PDI Perjuangan Semarang Utara sampai 2005, kemudian Sekretaris DPC Kota Semarang, hingga Wakil Ketua DPC Bidang Pemenangan Pemilu di partai yang sama.

Supriyadi jadi wakil rakyat sejak 2009. Awalmya, ia dipercaya sebagai Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, sekretaris Fraksi PDI Perjuangan di legislatif, kemudian jadi Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, dan sekarang jadi ketua. (rmoljateng)

Facebook Comments