Features

Asyiknya Berkemah di Hamparan Sawah, Dikelilingi Perbukitan

**Melihat Wisata Black Canyon di Petungkriyono

Libur panjang sekolah sudah pasti membuat banyak orang merencanakan tempat berlibur yang menyenangkan, dan tentunya dengan biaya murah. Tak perlu jauh-jauh untuk nyari tempat berwisata, pergi aja ke Petungkriyono, Pekalongan. Ada tempat wisata baru yang menarik untuk dikunjungi. Seperti apa? M Hadiyan, Petungkriyono

Asyiknya Berkemah di Hamparan Sawah, Dikelilingi Perbukitan
KEMAH – Menikmati suasana berkemah di tengah hamparan sawah dengan dikelilingi pemandangan hutan lindung dan hutan pinus, di Objek Wisata Black Canyon, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono. MUHAMMAD HADIYAN

Belum lama ini Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Petungkriyono membuka tempat wisata baru di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Objek wisata Black Canyon yang menawarkan daya tarik Kedung Sipingit ini memang baru dua bulan dibuka. Namun, pesona hamparan sawah nan indah, dikelilingi perbukitan hutan Pinus dan hutan lindung yang memanjakan mata menjadi daya tarik tersendiri.

Udara segar yang jauh dari polusi dijamin membuat pengunjung akan betah berlama-lama di lokasi ini. Terlebih banyak wahana dan fasilitas yang disediakan khusus untuk wisatawan.

Di antaranya camp di tengah persawahan, ciblon (mandi) di sungai Welo, pemandangan Kedung Sipingit, bermain tuning di kali yang airnya sudah pasti jernih. Aktivitas satwa liar, seperti owa Jawa, elang Jawa, dan fauna langka lainnya, tidak jarang ditemui. Warung-warungah sawah melengkapi suasana yang asri. Rencananya, pusat oleh-oleh khas Petung juga akan didirikan di lokasi tersebut.

Akses menuju Kedungsipingit tidak terlalu jauh dengan Curug Sibeduk Petungkriyono. Jarak dari Stasiun Kota Pekalongan sekitar 35 km, atau 1,5 jam perjalanan menggunakan mobil/motor.

Sekretaris Pokdarwis Putra Wiguna Black Canyon Petungkriyono, Roji’in mengatakan, objek wisata Black Canyon ini cukup murah. Pengunjung hanya cukup membayar Rp5.000 per orang.

“Kita ada camp area di tengah sawah. Kawasan camp ini dapat menampung 20 tenda,” kata Roji’in, kemarin.

Tempat parkir yang luas dan nyaman juga sudah dipersiapkan. Fasilitas spot-spot foto, juga sudah banyak dibangun. Mushola maupun ruang ganti bagi pengunjung yang ingin berenang di sungai juga sudah ada. “Jalan menuju lokasi yang mulus, membuat objek wisata ini sudah mulai dikunjungi para pengunjung. Terlebih menyambut musim liburan sekolah seperti sekarang,” lanjut dia.

Saat ini, kata Roji’in, pihaknya tengah membangun aula di lokasi wisata baru tersebut. Aula yang terbuat dari kayu itu akan menampung pengunjung yang hendak menggelar acara formal maupun non formal dengan suasana yang representatif. (*)

PENULIS: MUHAMMAD HADIYAN

Facebook Comments