Prostitusi Terselubung Menjamur, Razia PSK Diintensifkan

by
Prostitusi Terselubung Menjamur, Razia PSK Diintensifkan
DISERAHKAN - Kabid Rehabsos Fatichah didampingi Satpol PP menyerahkan hasil penjaringan PSK ke pihak Balai Rehabilitasi Sosial PSKW Jakarta. HERMAS PURWADI/RADAR SLAWI

Mulai menjamurnya tempat transaksi prostitusi terselubung pascapenutupan tempat prostitusi di wilayah pantura, disikapi serius oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal. Setidaknya upaya memfasilitasi hasil penjaringan razia PSK yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal segera ditindaklanjuti.

Kepala Dinsos Kabupaten Tegal Nurhayati melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Fatichah menyatakan, selama ini hasil penjaringan razia yang dilakukan Satpol PP terhadap keberadaan PSK sebelum dikirim ke panti sosial terlebih dahulu dilakukan assesment dan verifikasi.

Tujuannya agar mereka bisa mengikuti program pelatihan kurikulum semesteran yang digelar dua kali dalam setahun.

“Selama ini hasil penjaringan razia PSK yang dilakukan Satpol PP kita kirim ke Balai Rehabilitasi Sosial PSKW Mulya Jaya Pasar Rebo, Jakarta setelah melalui verifikasi,” terangnya, Kamis (13/12).

Mereka yang memenuhi kriteria yang ditetapkan balai rehabsos akan dikirim. Kriterianya diantaranya tidak punya penyakit menular, tidak mengidap HIV/ AIDS, tidak sedang hamil, dan tidak sedang menyusui.

Dia menyatakan, selain dibekali dengan pelatihan selama tinggal di panti, mereka juga memperoleh bantuan sesuai dengan jenis pelatihan yang diikutinya. Serta mendapatkan bimbingan mental dan bimbingan sosial.

Untuk saat ini, ada 10 PSK hasil penjaringan razia Satpol PP yang telah mampu merampungkan pelatihan keterampilan di Balai Rehabilitasi Sosial PSKW Jakarta.
“Mereka akan kita jemput tanggal 21 Desember 2018 mendatang,” jelasnya.

Diharapkan setelah diberi pelatihan keterampilan, bimbingan mental dan sosial, mereka bisa benar- benar meninggalkan dunia lamanya, dan membuka lembaran baru dengan aktivitas yang halal.

Intensitas razia PSK yang dilakukan Satpol PP selalu menggandeng pihaknya. Menurutnya, saat ini ada indikasi baru tempat transaksi prostitusi ilegal di area deretan warung kawasan Jalingkos, Pantai Larangan, dan eks tempat prostitusi pantura.

“Intensitas razia dilakukan melalui operasi senyap agar tidak bocor. Di razia terakhir yang membidik deretan warung Jalingkos diketahui PSK yang mangkal di sana berasal dari wilayah selatan Margasari, Lebaksiu, Pemalang, dan Jakarta. Dari hasil verifikasi yang kami lakukan, ada PSK asal Pemalang yang positif HIV/AIDS dan yang bersangkutan kita kembalikan ke daerah asalnya,”pungkas dia. (her/ima)