Gara-gara Ini, Bantuan Beras Paceklik Turun 30 %

by
Gara-gara Ini, Bantuan Beras Paceklik Turun 30 %
SERAHKAN - Ketua DPC HNSI Kabupaten Batang Teguh Tarmujo secara simbolis menyerahkan bantuan beras paceklik kepada keluarga nelayan. M DHIA THUFAIL

BATANG – Seperti biasa, memasuki musim paceklik, DPC HNSI Kabupaten Batang membagikan bantuan berupa beras paceklik kepada para nelayan. Namun, untuk tahun ini, jumlah pasokan beras paceklik yang akan dibagikan tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo mengatakan, tahun ini pihaknya hanya bisa membagikan beras paceklik kepada keluarga nelayan sebanyak 52 ton saja. Jumlah itu turun tajam, karena tahun 2017 pihaknya mengeluarkan beras paceklik hingga 60,15 ton.

“Tahun 2018 ini jatah beras paceklik turun sekitar 30 persen. Penurunan ini dikarenakan hasil raman (nilai transaksi lelang) ikan di TPI 1 dan 2 mengalami penurunan,” ungkap Teguh, didampingi ketua panitia Agusta ,di KUD Ngupoyo Mino, Rabu (12/12).

Perlu diketahui, anggaran pengadaan beras paceklik untuk nelayan tersebut diambil dari hasil raman. Sehingga besar kecilnya pendapatan raman TPI, akan mempengaruhi pasokan beras paceklik untuk nelayan. “Ya, jadi beras paceklik ini kita ambilkan dari hasil raman TPI sebesar 0,5 persen. Jadi sesuai tema kita, dari nelayan oleh nelayan dan untuk nelayan,” terang Teguh.

Disebutkan Teguh, dari bulan Januari hingga November 2018, hasil raman masih Rp 95.089.213.900. Sedangkan tahun 2017 lalu, sampai dengan bulan Desember mencapai Rp 134.960.367.600.

Sehingga, jika jumlah raman itu dikurangi 0,5 persen, maka penerimaan beras paceklik tahun 2018 ini hanya Rp 475.446.070 ditambah sisa saldo tahun 2017 Rp 140.505.891 juta dan jumlah totalnya mencapai Rp 615.951.961 juta.

Sedang untuk tajun 2017 lalu, hasil penerimaan beras paceklik mampu mencapai Rp 675.409.633 ditambah sisa saldo tahun 2016 Rp 137.130.268 dan jumlah totalnya Rp 812.539.891.

“Oleh karena itu, bagi penerima aktif yang sebelumnya menerima jatah beras 5 kilo, tahun ini turun menjadi 4 kilo. Kemudian untuk janda nelayan, yang dari 2,5 kilo menjadi 2 kilo. Lalu para nelayan pendatang yang sebelumnya mendapat jatah 30 kilo kini menjadi 25 kilo per kapal. Namun untuk kapal kapal lampes dan teri masih utuh mendapat jatah 15 kilo,” beber Teguh.

Beras paceklik itu juga akan dibagikan kepada para nelayan Roban Barat sebanyak 1 ton, nelayan Roban Timur 1 ton, dan nelayan Seklayu 600 kilo.

“Penurunan hasil raman ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya karena alam dan kebijakan penggunaan alat tangkap cantrang oleh pemerintah, yeng menyebabkan tahun ini nelayan banyak menghabiskan waktu di darat karena takut berlayar. Selain itu, karena kebijakn itu pula, kini kapal kapal besar di atas 30 GT banyak yang sudah dijual. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah dapat memulihkan kondisi pada tahin 2019 mendatang,” punhkasnya. (fel)

PENULIS: M DHUA THUFAIL