Radar Jateng

Jadi Tersangka KPK, Bupati Jepara Sembunyikan Uang Suap Dikardus Ikan Bandeng

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (M Khoirul Anwar/Radar Kudus/Jawa Pos Group)

Kepala daerah kembali terjerat rasuah. Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sebagai tersangka.

Penetapan status tersebut berkaitan dengan dugaan kasus suap terhadap hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada putusan praperadilan kasus dugaan korupsi.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan hadiah atau janji kepada hakim tunggal praperadilan di PN Semarang terkait putusan atas praperadilan kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik dengan tersangka Bupati Jepara,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jakarta, Kamis (6/12).

Lebih lanjut Basaria menyatakan, hakim tersebut diduga menerima suap dari Ahmad Marzuqi sebesar Rp 700 juta. Suap itu terkait dengan perkara permohonan praperadilan di PN Semarang yang ditangani Lasito.

“Diduga uang diserahkan ke rumah LAS di Solo dalam bungkusan tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, KPK menyangkakan LAS sebagai penerima suap dan melanggar pasal 12 huruf c atau pasal 11 undang-undang nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan Ahmad Marzuqi sebagai pihak yang diduga pemberi. Bupati Jepara periode 2017-2022 disangkakan melanggar pasal 6 ayat (1) huruf a atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

*Suap agar Menang

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membeberkan konstruksi perkara yang membelit Ahmad Marzuqi. Awalnya Ahmad dijerat sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah pada pertengahan 2017.

“Pada pertengahan tahun 2017, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melakukan Penyidikan dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014 dengan tersangka AM,” ungkapnya saat konferensi pers, di gedung merah putih KPK, Kamis (6/12).

Lebih lanjut purnawirawan polwan itu mengatakan, Ahmad Marzuqi tidak terima dengan penetapan status tersangka tersebut. Lantas dia mengajukan gugatan praperadilan ke PN Semarang yang kemudian diregister dalam perkara Nomor: 13/Pid.Pra/2017/PN.Smg. “AM mencoba mendekati hakim tunggal LAS melalui panitera muda di PN Semarang,” tambahnya.

Kemudian Hakim tunggal (Lasito) memutuskan praperadilan yang diajukan AM. Dalam putusannya gugatan Ahmad Marzuqi dan menyatakan penetapan tersangka AM tidak sah dan batal demi hukum.

Diduga di balik pembatalan hukum itu ada suap yang diterima hakim. Nilainya mencapai Rp 700 juta. Suap itu diberikan secara bertahap. Tahap pertama dalam rupiah sebesar Rp 500 juta dan tahap kedua, Rp 200 juta dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD).

“Diduga uang diserahkan ke rumah LAS (Lasito) di Solo dalam bungkus tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat,” jelasnya.

Atas kasus ini KPK menetapkan dua orang tersangka. Yakni, Bupati Jepara Ahmad Marzuki sebagai pemberi suap dan Hakim PN Semarang Lasito, sebagai penerima suap. Mereka ditetapkan tersangka terkait dugaan kasus suap kasus suap terhadap hakim tunggal PN Semarang untuk putusan praperadilan kasus dugaan korupsi. (jawapos)

Facebook Comments