Nasional

Tewaskan 19 Pekerja, Ini Kronologis Lengkap Penembakan KKSB Papua

KKB Papua bersenjata lengkap. (FIN)

Penembakan terhadap pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12) lalu masih menjadi pebicaraan hangat seluruh elemen masyarak termasuk instansi pemerintah, pasalnya 19 orang pekerja dipastikan tewas akibat tembakan membabi buta Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB).

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menceritakan kronologis rangkaian peristiwa yang sangat tidak berprikemanusiaan tersebut. Berawal dari laporan Pendeta Wilhelmus Kogoya (Tokoh gereja distrik Yigi) melalui saluran Radio SSB yang diterima oleh aparat keamanan pada tanggal 3 Desember 2018 pukul 15.30 telah terjadi pembantaian terhadap pekerja jembatan karyawan PT. Istaka Karya sejumlah 24 orang tewas tertembak.

“Menanggapi laporan tersebut, aparat keamanan TNI-Polri segera mengirim pasukan ke kokasi peristiwa dalam rangka upaya penindakan dan evakuasi korban,” kata Kolonel Inf Muhammad Aidi saat meneceritakan kronologis kepada Fajar Indonesia Network (FIN) melalui sambungan telepon seluler, Rabu (5/12).

Pada 4 Des 2018 sekira pukul 17.45, kata Kolonel Inf Muhammad Aidi, pasukan gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi 12 masyarakat terdiri dari 4 orang karyawan PT. Istaka Karya, 6 orang petugas Puskesmas Mbua dan 2 orang guru SMP Mbua dengan menggunakan Hellycopter milik TNI AD. Diantara mereka terdapat 3 orang karyawan PT. Istaka Karya yang mengalami luka tembak korban kekerasan KKSB dan saat ini sedang di evakuasi ke RSUD Wamena.

Dia memaparkan berdasarkan keterangan salah seorang korban karyawan PT. Istaka Karya yang selamat dari pembantaian KKSB Jimmy Aritonang membeberkan kronologis kejadian penembakan tersebut yakni pada tanggal 1 Des 2018 seluruh karyawan PT. Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja dikarenakan ada upacara peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan KKSB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.

“Sekitar pukul 15.00 kelompok KKSB mendatangai Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dikawal sekitar 50 orang KKSB bersenjata campuran standard militer,” jelasnya.

Keesokan harinya, lanjut kata Kolonel Inf Muhammad Aidi, Minggu tanggal 2 Desember 2018 pukul 07.00 seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo, di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok. Tidak lama kemudian para KKSB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan sura hutan khas pedalaman Papua.

“Mereka secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah,” ujarnya.

Setelah itu KKSB meninggalkan para korban melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo, 11 orang karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri. Namun malangnya mereka terliha oleh KKSB sehingga merek dikejar. 5 orang tertangkap dan digorok oleh KKSB (meninggal di tempat), 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah 2 orang diantaranya belum ditemukan sedangka 4 orang diantaranya saksi Jimmy Aritonang selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua.

Tak berhenti begitu saja, tanggal 3 Des sekitar pukul 05.00 WIT Pos TNI 755/Yalet tempat korban diamankan diserang oleh KKSB bersenjata standar militer campuran panah dan tombak, rupanya mereka tetap melakukan pengejaran. Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos sehingga salah seorang anggota yonif 755/Yalet Serda Handoko membuka Jendela sehingga tertembak dan meninggal dunia.

Anggota pos membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 pagi hingga 21.00 WIT. Karena situasi tidk berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada 4 Desember pukul 01.00 WIT, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan, saat itulah salah seorang anggota Pratu Sugeng tertembak di lengan.

“Hari Selasa 4 Des 2018 pukul 07.00 WIT Satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban. Menurut Keterangan Saudara JA jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKSB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang,” tegasnya.

Saat ini, Kolonel Inf Muhammad Aidi, tim Gabungan TNI-Polri tengah melakukan evakuasi korban yang tewas tertembak KKSB dari lokasi kejadian sesuia dengan petunjuk saksi korban Jimmy Aritonang. “Hari ini melakukan evakuasi korban dari tempat kejadian perkara, menggunakan Hellycopter milik TNI AD,” katanya.

Nantinya, kata Kolonel Inf Muhammad Aidi, para korban tewas yang telah dievakuasi akan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Wamena yang merupakan rumah sakit terkedat dari lokasi kejadian. “Namun kita juga siapakan alternatif, seperti bawa ke Jaya Pura, Timiki dan sebagainya,” ujarnya.

Disinggung soal kekuatan saat ini yang dimiliki KKSB, Kolonel Inf Muhammad Aidi, menegaskan kekuatan baik personel dan senjata KKSB tidak dapat diprediksi mengingat kelompok tersebut berada diberbagai wilayah Papua. “Jadi kalua bicara kekuatan relatif, karena kita tidak bisa menghitung satu persatu, tidak ada yang bisa memprediksa, dari saksi korban kemarin yang dia liat sekitar 50 orang bersenta lengkap, satu wilayah, belum tahu di wilayah lain, ada di wilayah Puncak Jaya, Lani Jaya dan lainnya,” tegasnya.

Namun, tahun 2017 lalu ratusan anggota KKSB telah menyerahkan diri dengan sadar untuk kembali kepangkuan NKRI, penyerahan diri juga diikuti dengan penyerahan senjata api yang selama ini menjadi alat mematikan mereka. “Kita akan lakukan penindakan, kita tidak akan tolelir, dengan melakukan pengejaran dengan kuatan yang kita punya, tetapi peluang terbuka lebar jika saudara saudara kita ini menyerahkan diri dan kembali kepangkuan NKRI, kita akan ampuni dan bebas dari ancaman hukum, jika tidak menyerahkan ya berhadapan dengan kita dengan senjata, kita jaga kedaulatan NKRI, akan kita lakukan pengejaran sampai kapapun sampai manapun,” tegasnya.

Berbicara senjata api yang dimiliki KKSB, kata Kolonel Inf Muhammad Aidi, hingga berdasarkan pengakuan mantan anggota KKSB yang menyerahkan diri, senjata diperoleh dari hasil rampasan. “Pengakuannya sebagiaan hasil rampasan milik TNI-Polri dari beberapa pos diserang, anggota dihadang, ini terdata secara jelas ada nomor senjatanya kita cek terdaftar,” ujarnya.

Tak hanya itu, KKSB juga memiliki senjata api yang bersumber dari luar negeri, namun belum diketahui siapa pemasok senjata dan penyuplai senjata api tersebut, pasalnya sulit untuk mendapatkan keterangan valid. “Senjata dari luar , kita tidak bisa dapat keterangan dari mana pemasoknya , masuknya dari mana, kita tidak bisa menebak negara mana yang menyuplai, karena semua negara memiliki anggatan bersenjata, produsen didunia hanya beberapa saja, ada Inggris Rusia Amerika, Jerman dan Indonesia, artinya seluruh negara punya senjata, kita tidak bisa prediksi itu dibantu negara mana,” tutupnya.

Diketahui, Peristiwa penembakan yang membabi buta ini berawal dari ketika KKB melaklukan upacara atau merayakan peringatan Hari OPM/TPN pada 1 Desember 2018, ada seorang pekerja pembangunan jembatan mengabadikan acara tersebut dan diketahui oleh seorang anggota KKB. Merasa tidak terima dan takut acaranya dipublikasi KKB mendatangi camp pekerja pembangunan tersebut dan mencari pekerja yang memfoto tersebut, namun hasilnya nihil akhirnya berimbas kepada pekerja lainnya dengan melakukan penyandaraan dan penembakan yang menyebabkan para pekerja tewas. (Lan/FIN)

Facebook Comments