Metro Pekalongan

Terima Bonus, Pundi-pundi Yoni Rachmanto Paling Tebal

Bonus Porprov

SERAHKAN – Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz didampingi Ketua KONI, Mochammad C Maretan dan Manajer Porprov, Afzan Arslan Djunaid saat menyerahkan secara simbolis bonus kepada atlet peraih medali di Porprov, Selasa (4/12).

KOTA PEKALONGAN – KONI Kota Pekalongan membagikan bonus kepada atlet Kota Pekalongan yang meraih medali dalam Porprov 2018 lalu di Surakarta. Pembagian bonus dilakukan secara simbolis oleh Walikota Pekalongan, H Moch Saelany Machfudz didampingi Ketua KONI dan Manajer Porprov, A Afzan Arslan Djunaid, Selasa (4/12) di Ruang Amarta.

Untuk bonus bagi atlet, KONI mengalokasikan besaran senilai Rp25 juta untuk peraih emas, Rp15 juta bagi peraih perak dan Rp10 juta untuk peraih perunggu di nomor perorangan. Sedangkan di nomor beregu, peraih emas diganjar Rp15 juta per orang, perak Rp10 juta per orang dan perunggu Rp7,5 juta per orang. Bonus dengan jumlah yang sama juga diberikan kepada pelatih yang atletnya meraih medali.

Melihat jumlah nominal tersebut, atlet biliar Kota Pekalongan, Yoni Rachmanto tercatat sebagai atlet dengan pendapatan bonus paling besar. Yoni total meraih 4 emas, dengan 3 emas di nomor beregu dan 1 emas di nomor single serta masing-masing 1 perak dan 1 perunggu di nomor single. Jika dikalkulasikan dengan jumlah bonus yang diberikan, maka Yoni total menerima bonus sebesar Rp90 juta.

Peraih bonus tertinggi selanjutnya masih dari cabor biliar yakni Abdul Syukur. Dia memenangi 2 emas di nomor double dan 1 perunggu di nomor single. Jumlah bonusnya total mencapai Rp40 juta. Kemudian disusul atlet dari tenis meja, Jelly Da Costa yang meraih 3 perak di nomor beregu dan 1 perunggu di nomor single. Meski tak meraih emas, bonus yang dikumpulkan Jelly mencapai Rp40 juta.

Ketua KONI, Mochammad C Maretan mengatakan, pemberian bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada perjuangan para atlet Kota Pekalongan yang sudah menorehkan prestasi dalam Porprov. Dia berharap dengan pemberian penghargaan itu, maka atlet tetap termotivasi sehingga menjaga konsistensi dan prestasi yang sudah diraihnya.

Dalam Porprov lalu, dikatakan Maretan persiapan Kota Pekalongan sangat terbatas. Banyak kendala yang menghadang mulai dari kondisi KONI yang baru aktif kembali setelah 16 bulan vakum dan sarpras yang minim. “Setelah 16 bulan vakum, artinya pembinaan sempat berhenti. Setelah itu kami harus langsung persiapan kembali. Jadi memang tidak maksimal. Tapi kami apresiasi atlet tetap berjuang untuk meraih hasil maksimal,” tuturnya.

Masalah sarpras, Maretan berharap kedepan dapat menjadi perhatian Pemkot Pekalongan. Dengan sarpras yang layak dan lengkap, maka akan tercipta bibit atlet yang mumpuni. “Kami terus berkomunikasi dengan Walikota dengan harapan kedepan sarpras olahraga di Kota Pekalongan bisa dibenahi demi pembinaan atlet yang lebih baik,” harapnya.

Manajer Porprov Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid menyatakan bahwa masa depan atlet dan olahraga Kota Pekalongan masih panjang. Mengingat masih banyak atlet muda, bahkan masih berstatus pelajar. “Disamping atlet-atlet senior yang sudah memberikan sumbangsih luar biasa. Seperti Warochim yang sudah menyumbang 5 emas di lima edisi event olahraga selama membela Kota Pekalongan. Kemudian ada biliar yang selalu menjadi penyumbang medali terbanyak. Kedepan kami juga berharap ada perhatian kepada biliar. Cabor lainnya juga akan diberikan perhatian secara adil. Adil tidak berarti sama tapi sesuai kebutuhan,” katanya.

Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz dalam sambutannya mengucapkan apresiasi yang tinggi dan rasa terima kasih kepada atlet yang sudah berprestasi dan membawa nama Kota Pekalongan. Pemberian bonus kali ini, dikatakan Walikota merupakan satu komitmen Pemkot dalam rangka kontribusi dan memajukan olahraga Kota Pekalongan.

Namun Walikota juga menyinggung perihal penurunan prestasi yakni dari Porprov sebelumnya Kota Pekalongan bisa masuk 10 besar namun tahun ini hanya bertengger di posisi 21. Walikota berharap hasil tersebut dapat menjadi evaluasi bersama dalam rangka memperbaiki prestasi olahraga Kota Pekalongan.

“Lewat momentum ini kami mengajak insan olahraga untuk terus melakukan pembinaan olahraga mengingat semakin banyak event olahraga yang muncul dan pembinaan olahraga juga sedemikian maju. Daerah lain juga melompat jauh dalam pembinaan olahraga dari yang kita lakukan. Langkah kita akan terus diikuti oleh daerah lain yang ternyata mampu mendahului beberapa langkah dari kita. Ini harus menjadi evaluasi bersama kedepan,” pesannya. (nul)

Facebook Comments