Radar Batang

Warga Bendan Ini Dingkus BNN Saat Antar Sabu ke Hotel

BATANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang menangkap seorang residivis saat hendak transaksi narkoba jenis sabu di Hotel Sendang Sari Kabupaten Batang, Selasa (4/12) dinihari. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa empat paket sabu.

Kepala BNN Kabupaten Batang, Teguh Budi Santoso, dalam keterangan Press Releasenya, Rabu (5/12) membenarkan hal itu. Ia mengatakan, tersangka berhasil ditangkap saat akan mengantarkan barang pesanannya di salah satu kamar di hotel Sendang Sari, Batang.

“Kejadiannya pada Selasa (4/12) kemarin, sekira pukul 00.35 WIB. Kami menerima laporan dari masyarakat melalui layanan call center, bahwasannya akan ada transaksi narkoba di hotel bintang dua tersebut. Akhirnya kami segera kirim tim pemberantasan ke lokasi hotel, dan berhasil menangkap satu orang tersangka ini,” ungkapnya.

Adapun satu tersangka yang berhasil ditangkap berinisial DW (36), warga Bendan 2, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. “Menurut pengakuan, DW akan mengantar paket sabu ke pemesannya yang sedang menginap di hotel tersebut. Namun saat kita tanya, di mana kamar pemesannya, ia menjawab tidak mengetahuinya,” terangnya.

Tersangka DW, kata Teguh, ditangkap dari dalam mobil jenis Mitsubishi Lancer warna biru dengan plat nomor B 1405 KDY yang saat itu terparkir di halaman depan hotel. Mobil tersebut menurut Teguh bukanlah milik tersangka, melainkan milik teman tersangka. Akan tetapi, mobil tersebut kini sudah menjadi barang bukti BNNK Batang.

“Kami geledah seluruh barang bawaan tersangka, dan isi dalam mobilnya. Benar saja, kami temukan barang bukti narkotika diduga jenis sabu (metamfetamin) yang disimpan di bawah karpet pedal gas mobil yang dikendarai DW.

Tak berhenti di situ, tim pemberantasan BNN melanjutkan pengembangan dengan membawa tersangka DW ke tempat kosnya yang berada di daerah Bendan, Kota Pekalongan. Di situ, petugas kembali menemukan dua paket kristal putih yang diduga sabu dan timbangan digital dari dalam kamar kos tersangka.

“Tersangka ini merupakan residivis dengan kasus yang sama, yakni pengedar narkoba. Dia sudah bolak balik masuk penjara sebanyak tiga kali, dan kini yang keempat kalinya. Selain mengedarkan, tersangka juga mengaku merupakan pemakai aktif narkoba,” katanya.

Teguh menyebutkan, barang bukti yang disita dari hasil penangkapan tersangka DW di antaranya empat paket sabu dengan berat kotor kurang lebih 3,6 gram, empat buah handphone, satu buah timbangan digital, dan satu unit mobil sedan dengan nopol B 1405 KDY.

“Tersangka saat ini ditahan di Kantor BNNK Batang, dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1), susider Pasal 112 ayat (1), Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara. Rencananya, tersangka akan kami titipka terlebih dulu di Rutan Rowobelang,” paparnya.

Dalam pengembangan kasus tersebut, kata Teguh, hal itu juga berkaitan dengan peredaran narkotika di dalam lapas. “Jadi ini memang yang termasuk melibatkan bandar di dalam lapas Semarang, saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan dan pengungkapan yang bekerjasama dengan BNN Provinsi Jateng untuk memutus mata rantai peredaran di dalam lapas,” pungkasnya.

Tersangka DW saat di tanya juga menagmini hal itu. Ia membenarkan, barng haram yang diedarkannya tersebut diperoleh dari bandar narkoba yang bersarang di Lapas Kota Semarang. Dalam transaksinya, ia memesan via sms yang kemudian barang narkoba bisa diambil di salah satu tempat yang ditentukan.

“Ya, saya pesan dari bandar yang ada di dalam lapas Semarang. Saya hanya pesan melalui sms, kemudian bandar menyuruh saya mengambil barangnya di suatu tempat yang sudah diletakkan oleh orang suruhannya di suatu tempat, saya tinggal mengambil saja. dan sebelumnya uang sudah saya transfer via rekening ke atm bandar,” bebernya.

Ditambahkannya, ia mengedarkan narkoba itu di wilayah Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pekalongan. Yang sasarannya ialah masayarakat kalangan menengah atas. Karena harga yang dipatok tersangka dalam setiap satu gram sabu senilai Rp 1,2 juta, dan ia hanya mengambil keuntungan Rp 100 ribu dalam setiap penjualan per gramnya. (fel)

Facebook Comments