Radar Kajen

Akhirnya Dua Minimarket Disegel Tim Gabungan

Segel Minimarket

SEGEL – Lantaran melanggar Perda, Toko Modern Jejaring nasional di wilayah Kecamatan Kajen dan Bojong akhirnya ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Rabu (5/12).
TRIYONO

KAJEN – Setelah melalui proses panjang, akhirnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pekalongan menyegel dua Toko Modern Berjejaring Nasional, Rabu (5/12). Kedua toko terletak di Kecamatan Kajen dan Bojong.

Toko modern berjering nasional itu ditutup lantaran melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang penataan toko modern dan pasar tradisional. Sementara dua toko modern lainnya minta penangguhan hingga batas waktu sampai Januari 2019.

Dengan penutupan tersebut, makanya toko modern yang ditutup 11 toko jejaring dan satu toko modern non jejaring karena melanggar Perda. Salah satu pelanggaran yang dilakukan karena jarak toko modern dengan pasar tradisional. Dalam Perda atur toko modern berjejaring nasional minimal 1 kilo meter dari pasar tradisional.

Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto, usai memimpin penyegelan toko modern menerangkan pihaknya akan melakukan penyegelan dua toko modern berjejaring nasional yang ada di Kecamatan Kajen dan Bojong.

“Untuk tahun ini ada 11 yang terindikasi melanggar Perda, dan tahun lalu sudah ada enam mini market yang sudah disegel,” terangnya.

Dijelaskan, penyegelan merupakan langkah yang di ambil Pemkab karena pihak Toko Modern sudah diperingatkan sebanyak tiga kali. Bila manajemen tetap ingin buka, mereka harus melepaskan atribut toko modern jejaring dan mengubah menjadi toko modern biasa.

“Kami hanya menjalankan tugas dan menegakkan Perda,” jelas Edi.

Sementara sampai saat ini masih ada beberapa pemilik toko yang masih mengurus ijin. Sedangkan untuk lainya ada yang meminta perpanjangan hingga batas sewa lahan habis untuk kemudian akan ditutup pihak pengelola.

“Kami juga melakukan penyegelan secara bertahan, tidak sertamerta menutup tanpa aturan, beberapa ada yang beralasan karena kasihan kepada para pegawai, dan kami menyadari hal tersebut, maka dari itu masih kami beri peringatan selama tiga kali,” imbuhnya.

Ia berharap para pemilik toko modern jejaring mematuhi peraturan yang berlaku agar tetap bisa membuka usaha di Kabupaten Pekalongan.

“Apabila masih ingin membuka usaha, para pemilik toko modern jejaring bisa memperbarui ijin, atau pindah sesuai dengan aturan jarak yang berlaku,” imbuhnya.

Sementara dalam penyegelan juga disaksikan dan penandatangan berita acara oleh perwakilan manajemen. Penyegelan juga disaksikan oleh perwakilan dari Kejaksaan, Polres Pekalongan, TNI, Dinperindagkop dan Muspika. (yon)

Facebook Comments