Kelanjutan Parapet Jl Kunti Dipertanyakan

by
5 HL - Kelanjutan Parapet Jl Kunti Dipertanyakan (1)
BARU SEBAGIAN - Pembangunan parapet di bagian barat Jalan Kunti, Kelurahan Kandang Panjang, baru tahap pengecoran bagian bawah. Rencananya parapet akan dibangun setinggi 80 sentimeter dengan panjang 900 meter. Pelaksana menargetkan pembangunan rampung Desember ini. M. AINUL ATHO
5 HL - Kelanjutan Parapet Jl Kunti Dipertanyakan (1)
BARU SEBAGIAN – Pembangunan parapet di bagian barat Jalan Kunti, Kelurahan Kandang Panjang, baru tahap pengecoran bagian bawah. Rencananya parapet akan dibangun setinggi 80 sentimeter dengan panjang 900 meter. Pelaksana menargetkan pembangunan rampung Desember ini.
M. AINUL ATHO

KOTA – Pembangunan parapet di Jalan Kunti, Kelurahan Kandang Panjang, dipertanyakan kelanjutannya. Sebab muncul kekhawatiran warga sekitar karena menjelang akhir tahun rob selalu naik. Jika parapet tak selesai, warga khawatir limpasan air dari laut akan menggenangi pemukiman warga sekitar.

Anggota DPRD Kota Pekalongan, Mofid, mengatakan bahwa pertanyaan terkait penyelesaian parapet tersebut sudah sering disampaikan warga sekitar. “Kami diminta untuk menanyakan kepada OPD terkait, agar menindaklanjutinya kepada pelaksana proyek yaitu HK, bagaimana kelanjutan pembangunan parapet tersebut,” tuturnya belum lama ini.

Dikatakan Mofid, memasuki bulan Desember air rob akan kembali naik. Sehingga jika parapet tersebut tidak selesai maka air akan melimpas ke pemukiman warga di sebelah timur. “Kalau tidak selesai bisa bermasalah. Air besar akan melimpas ke timur. Sehingga kami menanyakan bagaimana kelanjutan pembangunannya,” tambah Mofid.

Apalagi progres pembangunan tanggul raksasa sudah terus bertambah dan akan menutup jalan air ke selatan. Dampaknya dikhawatirkan air justru limpas ke pemukiman. Dikatakan Mofid, jika parapet belum selesai maka harus ada jalan air di bagian selatan agar ketika air naik tetap bisa mengalir dan tidak melimpas ke timur.

Sekretaris DPU-PR Kota Pekalongan, Slamet Mulyo, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa saat ini progres pembangunan parapet sudah tahap pengecoran bagian bawah dan tinggal melakukan pengecoran bagian atas. HK sebagai pelaksana proyek, dikatakan Slamet menargetkan parapet akan selesai bulan ini.

“Parapet dibangun dari kremoatorium hingga tanggul raksasa sepanjang 900 meter dengan tinggi 80 sentimeter. Pelaksanaannya dilakukan bertahap. Saat ini sudah dilakukan pengecoran bagian bawah dan tinggal naiknya keatas. Kami sudah koordinasi dengan HK, mereka berupaya Desember ini selesai apabila tidak ada hambatan, utamanya masalah cuaca,” jelasnya.

Pembangunan parapet tersebut, dikatakan Slamet merupakan permintaan warga yang disampaikan lewat Pemkot Pekalongan. Sebab ada kekhawatiran ketika tanggul sudah rampung, maka air tidak bisa mengalir ke selatan dan justru limpas ke bagian timur yang merupakan wilayah pemukiman warga.

“Karena dengan adanya tanggul sampai Sungai Bremi itu, pada waktu tertentu air naik lewat Jalan Samudera ke belakang yaitu Krematorium dan akhirnya melimpas ke pemukiman. Alhamdulillah permintaan warga disanggupi oleh pusat dan menambah pembangunan parapet tersebut sebagai antisipasi. Semoga bisa selesai sesuai target,” tandasnya. (nul)

PENULIS: M. AINUL ATHO