Metro Pekalongan

Bank Jateng Pekalongan Dibobol Rp4,4 Miliar

Tiga saksi dalam kasus dugaan pembobolan Bank Jateng Cabang Pekalongan diambil sumpah saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (4/12). (antarajateng)

Semarang – Bank Jateng Cabang Pekalongan dibobol oleh pegawainya sendiri dengan total nilai kerugian mencapai Rp4,4 miliar.

Mantan pegawai Bank Jateng Cabang Pekalongan M. Fredian Husni diadili dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa, yang mengagendakan pemeriksaan saksi.

Saksi yang dihadirkan dalam kesempatan itu yakni Pimpinan Bank Jateng Cabang Pekalongan Aris Joko Priyanto.

Dalam kesaksiannya, Aris menjelaskan tentang awal mula terungkapnya dugaan pencurian uang badan usaha milik daerah Provinsi Jawa Tengah itu yang mencapai miliaran rupiah.

Saksi menjelaskan terdakwa merupakan petugas teller kantor kas keliling yang bertugas pada pengisian mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

“Bank Jateng Pekalongan memiliki sembilan mesin ATM, di mana enam di antaranya menjadi tanggung jawab terdakwa dalam pengelolaannya,” katanya.

Dalam pengelolaannya, kata dia, terdakwa juga bertugas dalam proses.pengisian uang ke dalam mesin ATM

Tindak pidana yang dilakukan terdakwa sendiri, menurut dia, berlangsung selama kurun waktu Mei 2017 hingga Mei 2018.

Dugaan pencurian itu sendiri terungkap setelah adanya audit internal yang menemukan kesalahan prosedur dalam proses pengisian mesin ATM.

Selain itu ditemukan pula transaksi tidak wajar dalam pengelolaan ATM yang dilakukan terdakwa.

Dalam pemeriksaan internal, kata dia, terdakwa mengakui telah mengambil uang yang menjadi bagian dalam pengelolaan mesin ATM itu dengan nilai total mencapai Rp4,4 miliar.

“Terdakwa mengaku uang itu untuk bermain judi ‘online’. Hingga saat ini belum ada yang dikembalikan oleh terdakwa,” katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Aloysius Priharnoto Bayu Aji itu. (antarajateng)

Facebook Comments