Radar Kajen

Hari Ini, 4 Toko Modern Ditutup

Toko Modern

DITUTUP – Empat toko modern berjejaring di Kabupaten Pekalongan yang tidak mengantongi izin, mulai akan ditutup hari ini.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan, hari ini (4/12), akan menutup empat toko modern berjejaring yang tidak mengantongi izin. Penutupan ini dilakukan setelah melalui proses panjang, mulai dari beberapa kali teguran terhadap pengusaha toko modern yang menyalahi peraturan daerah tersebut.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Edy Widiyanto mengatakan, sebenarnya ada 11 toko modern berjejaring tak berizin di Kota Santri. Selain tak berizin, toko-toko modern tersebut berada di radius kurang dari 1.000 meter dari pasar tradisional.

“Sesuai Perda, toko modern berjejaring jaraknya harus lebih 1.000 meter dari pasar tradisional. Sedangkan toko modern biasa jarak minimal 500 meter dari pasar,” kata Edy, kemarin.

Tujuh toko modern yang tak berizin itu, kini masih dalam proses mengajukan izin dengan menurunkan grade-nya menjadi toko modern biasa. Sebab, jaraknya kurang dari 1.000 meter. Sedangkan empat toko modern lainnya, berjarak kurang dari 500 meter dari pasar tradisional.

“Empat toko modern ini akan kita tutup besok pagi (hari ini, red). Penutupan juga akan disaksikan camat, kepala desa setempat, pihak Polsek dan Koramil,” kata dia, kemarin.

Pihaknya sudah memberikan waktu lama kepada pemilik usaha. Untuk menutup mandiri atau mengurus izin agar menjadi toko kelontong biasa. Karena jatuh temponya sudah selesai, sehingga hari ini adalah penutupan untuk keempat toko modern berjejaring tersebut.

“Sebelumnya pendekatan dengan mengundang management sudah kita lakukan. Kita juga merapatkan hal ini dengan Tim Penegak Perda, yang terdiri dari Kejaksaan, Polres, Satpol PP, Pengadilan Negeri, Dinas Perizinan, dan Bagian Hukum Setda. Hasilnya adalah penutupan untuk empat toko modern berjejaring dan pemberian batas waktu satu bulan untuk tujuh toko modern berjejaring lainnya untuk mengurus proses izin menjadi toko modern biasa,” kata dia.

Edy menerangkan, toko modern berjejaring dikendalikan oleh pusat dengan sistem online. Sedangkan toko modern biasa, tidak online meskipun tetap menggunakan kinerja kasir. Apabila telah melewati batas waktu yang telah ditetapkan, namun pemilik belum juga mengantongi IUTM, maka tim penegak Perda akan menutup usaha tersebut.

“Untuk menciptakan iklim kondusif investasi, maka kita tidak bisa serta merta menutup tanpa solusi. Batas waktu yang diberikan selama satu bulan untuk mengurus izin menjadi toko modern biasa, adalah solusi terbaik yang diberikan kepada pemilik usaha toko modern,” jelas Edy.

Diharapkan, batas waktu ini benar-benar dipergunakan dengan baik oleh pemilik toko untuk mengurus izin usaha. Sehingga, tetap dapat melanjutkan usaha dengan izin yang jelas.

“Yang kita harapkan kan tidak ada penutupan. Semua bisa mengurus izin. Tenaga kerja juga tidak khawatir, karena izinnya lengkap,” tandasnya. (yan)

Facebook Comments