Gadget

Penipuan Modus Baru WhatsApp, Kominfo Imbau Waspada dengan Nomor Baru

Ilustrasi: WhatsApp dan modus penipuan. (ATimes/jawapos)

Pengguna WhatsApp kembali ramai dengan beredarnya pesan berantai. Belakangan diketahui pesan tersebut merupakan modus penipuan baru menggunakan layanan pesan singkat tersebut. Isinya kurang lebih meminta pengguna WhatsApp untuk waspada dengan nomor baru, namun menggunakan foto orang yang dikenal calon korban. Ujungnya, pelaku meminta sejumlah uang.

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ferdinandus Setu mengamini bahwa itu memang modus penipuan baru. “Sudah ada aduan ke kami soal itu (modus penipuan lewat WhatsApp oleh nomor tak dikenal yang menggunakan foto orang-orang yang familiar),” ujarnya kepada JawaPos.com beberapa hari lalu.

Nando, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa hal tersebut murni sebagai modus penipuan dan bukan aksi kejahatan siber berbentuk hacking atau pembajakan data pengguna WhatsApp. “Itu modus penipuan, memang terbilang baru. Namun kami pastikan itu bukan aksi penjahat siber dalam bentuk pembobolan data pengguna WhatsApp,” terangnya.

Terkait dengan modus penipuan baru dan bukan aksi kejahatan siber maupun pencurian data pengguna, menurut Nando, hal tersebut mungkin dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab atas beberapa faktor dan kebiasaan masyarakat saat ini. Aksi kejahatan tersebut mungkin juga disebabkan dan menimpa orang-orang yang terlalu aktif di jejaring sosial.

“Mereka yang aktif menggunakan jejaring sosial seperti Facebook, Instagram dan yang lain kan biasanya mengunggah foto diri. Nah dari sana oknum penipu bisa mencari secara acak di mesin pencari. Ketemu namanya, dia cari dan dia dapat gambarnya. Lalu diambil,” katanya.

Lebih jauh, dirinya menyebut bahwa setelah mendapatkan nama dan foto yang akan digunakan, mereka (oknum penipu) bisa menelusuri lagi lingkup pertemanan mereka di jejaring sosial. Setelah dapat, oknum kemudian menyebar pesan berantai bernada meminta uang atau upaya lainnya yang berbuntut kepada penipuan dengan nomor yang mereka masukan secara acak.

Kendati menyebut telah ada laporan tersebut ke Kemenkominfo, sayangnya Nando belum bisa menyebut secara rinci berapa jumlah laporan yang masuk. Namun begitu dirinya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan nomor baru. “Kami mengimbau, kepada masyarakat untuk tidak terlalu antusias dengan nomor-nomor baru yang mengatasnamakan keluarga. Apalagi kalau belum apa-apa sudah minta uang,” jelas Nando. (jawapos)

Facebook Comments