Metro Pekalongan

Walikota Pekalongan Pimpin Langsung Aksi Bersih Sungai

Walikota Pekalongan Bersih Sungai

KETELADANAN – Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE terjun ke lapangan melakukan aksi bersih-bersih Sungai Bremi, Pasir Kramat Kraton, Jumat pagi (30/11).

KOTA PEKALONGAN – Tidak hanya sekedar mengajak masyarakat untuk membersihkan sungai dari sampah. Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE juga memberikan keteladanan. Itu dibuktikan dengan terjun ke lapangan melakukan aksi bersih-bersih Sungai Bremi, Pasir Kramat Kraton, Jumat pagi (30/11).

Bersama anggota TNI, Polres Pekalongan Kota, Brimob, Lanal dan relawan. Orang nomor satu di Pemkot Pekalongan mengangkat enceng gondok yang memenuhi sungai. Walikota terlihat ‘tidak jijik’ dengan kotoran, maupun bau busuk yang dikeluarkan dari kotoran.

Di zaman milineal ini, menciptakan sikap keteladanan sangat diperlukan. Karena memudahkan membolisasi masyarakat untuk mengikuti sikap dari pemimpinnya. Selain itu, sebagai wujud pendidikan masyarakat.

Apalagi sekarang ini, keteladanan ini dipandang sudah mulai hilang di masyarakat selama beberapa tahun belakangan ini. Untuk itu diperlukan pemimpin yang memiliki hati seperti yang dicontohkan Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE.

Seperti diketahui, kondisi Sungai Bremi yang dipenuhi dengan enceng gondok liar dikhawatirkan akan menyumbat air dan menimbulkan bau tidak sedap di pemukiman warga sekitar. Sehingga untuk mengantisipasi banjir yang sering terjadi di musim penghujan. Maka diperlukan langkah-langkah pencegahan, yakni membersihkannya.

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz mengatakan, Pemkot telah mempersiapkan langkah antisipasi bencana khususnya dalam menghadapi musim penghujan yang dapat berdampak banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

“Pertengahan November sudah mulai masuk musim hujan, masyarakat harus waspada terhadap bencana banjir yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Masyarakat harus baur membaur membantu pemerintah dalam menangani bencana khususnya banjir baik yang disebabkan ulah manusia maupun faktor alam.”

“Pemkot Pekalongan telah menetapkan status siaga darurat banjir, angin kencang,dan tanah longsor pada tanggal 1 September 2018 – 28 Februari 2019 sesuai prediksi BMKG. Lebih lanjut, untuk mencegah banjir, rutin dilakukan normalisasi drainase di berbagai daerah,” sambung Walikota.

Selanjutnya, Saelany juga berpesan selain bencana banjir dan rob. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terhadap bencana kebakaran yang kerap terjadi di Kota Pekalongan. Menurutnya, hampir 30 kejadian kebakaran telah terjadi di Pekalongan salah satunya peristiwa kebakaran Pasar Banjarsari yang meluluhlantakan harta dan benda serta kerugian yang cukup besar.

“Saya kira perlu disikapi bersama untuk penanganan bencana di Kota Pekalongan. Masyarakat harus cukup mawas diri dan mengantisipasi dari berbagai masalah bencana serta hal-hal yg harus dihindari.”

“Terkadang bencana di Pekalongan bisa juga datang dari ulah manusia sendiri, nilai-nilai kegotong-royongan yang sudah mulai luntur. Rasa gotong royong dan kerjasama harus ditanamkan kembali kemudian rasa kedisiplinan termasuk tidak membuang sampah sembarangan juga perlu digalakkan,” ujarnya.

Pada saat memimpin apel, Walikota Pekalongan mengucapkan apresiasi dan terimakasih atas partisipasi dan keikutsertaan semua komponen unsur TNI, POLRI, ABRI, BPBD, DLH, relawan, komunitas dan elemen masyarakat lainnya dalam kegiatan aksi bersih sungai.

“Atas nama pemerintah saya apresiasi atas kerja bakti bersama antara TNI,Polri, ABRI, masyarakat dan komunitas tentu saja tidak hanya dalam rangka Hari Juang Kartika ke-73 TNI AD saja, saya inginkan rasa kebersamaan, kegotong-royongan untuk membersihkan lingkungan kita ini karena kita sudah menghadapi musim penghujan yang tentu harus diantisipasi,” ucap Walikota.

Di akhir sambutannya, Walikota berpesan kepada masyarakat dan jajaran unsur yang terlibat untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Menurutnya, hal ini sudah menjadi suatu kewajiban bagi semua pihak.

Sementara itu Kepala BPBD, Suseno SH, menerangkan BPBD Kota Pekalongan telah berkoordinasi dengan Pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan langkah upaya mengatasi bencana di musim penghujan. Diantaranya membuka posko tanggap darurat bencana sampai bulan Februari 2019, kegiatan rutin bersih sungai.

Dilain pihak, Pasi Ops Dim 0710 Pekalongan, Nur Hajari mengatakan aksi bersih sungai ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika ke-73. Selain itu, TNI bersama masyarakat membersihkan enceng gondok yang tumbuh liar di sungai agar masyarakat bisa aman tanpa genangan air yang tersumbat dikarenakan enceng gondok tersebut.

“Kami dibantu BPBD, Polri, dan masyarakat. Untuk personil dari Kodim sejumlah 50 orang, 20 dari Polres, 20 orang dari Brimob, 15 Lanal, relawan dan masyarakat total kurang lebih 150 orang dengan target pembersihan sejauh 300 meter,” kata Nur Hajari.

Ia menambahkan pendangkalan Sungai Bremi dinilai sangat mengkhawatirkan yang disebabkan karena enceng gondok tersebut. Hal ini membuat endapan yg semakin lama semakin tinggi, sehingga arus air akan terhambat apabila enceng tersebut tidak dibersihkan. (dur)

Facebook Comments