Metro Pekalongan

Walikota Pekalongan Bertekad Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas Korupsi

DPMPTSP

APRESIASI – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo memberikan apresiasi atas kinerja Walikota H Saelany Machfudz yang berhasil mewujudkan pemerintahan bersih dan bebas KKN.

Satu Tahun Pemerintahan Walikota Pekalongan H Saelany Machfudz

Laporan Kinerja Pemkot Pekalongan

Mewujudkan pemerintahan bebas korupsi menjadi perhatian utama pada pemerintahan HM Saelany Machfudz. Itu dibuktikan sikap keteladanan suami Hj Khusnul Khotimah yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan bisa membangun kerja sama secara vertikal dengan unsur pemerintah diatasnya.

Kepada Radar, orang nomor satu di Pemkot Pekalongan itu menegaskan, sudah menjadi komitmen sejak awal pemerintahan yang dipimpinnya menghadirkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.

“Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, diperlukan Abdi Negara yang jujur, bermental pelayan dan memiliki moralitas yang tinggi. Untuk memiliki Aparat Sipil Negara seperti itu, diperlukan keteladanan dari pimpinannnya,” ucapnya.

Teladan yang dimaksud HM Saelany Machfudz SE, ada tujuh unsur. Yaitu jujur dan terpercaya, bertanggung jawab, disiplin, bisa membangun kerja sama secara vertikal dengan unsur pemerintah diatasnya, maupun secara horizontal dengan instansi terkait dan dengan anak buah atau staf.

Adil artinya bisa bertindak sebagai pimpinan, sebagai teman atau sahabat, sebagai orang tua dan sebagai atasan. Peduli artinya seorang pejabat harus memiliki empaty terhadap lingkungannya atau masyarakatnya, jangan sampai masyarakat sedang mengalami kesusahan mendapatkan layanan kesehatan misalnya justru istri pejabat keluyuran di mall.

Demikian Visioner, seorang pejabat harus memiliki pemikiran jauh kedepan, memiliki grand design, sehingga staf akan terkagum kagum dan mendukungnya.

Memang untuk menjadi teladan bukanlah semudah membalik telapak tangan, tetapi perlu niat yang tulus dan iklas yang datang dari dalam hati nuraninya.

Disamping keteladanan juga diperlukan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara. Ketika dilakukan lelang Proyek Pembangunan misalnya semua peserta lelang paparan disaksikan pejabat terkait dan pemenangnya tidak harus yang penawaran terendah, tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, baik kualitas materiilnya maupun realistisnya.

Demikian juga, lanjut Saelany, profesionalitas juga mempengaruhi pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN. Untuk mendapatkan pejabat publik yang berkualitas, maka semua calon pejabat publik apakah itu Kepala Dinas, Kepala Kantor dan Sekretaris Daerah, harus dilakukan uji kompetensi. Mereka yang lolos uji kompetensi bisa ditempatkan sesuai dengan keahliannya. Banyak hal yang harus ditempuh dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN.

Disamping apa yang telah diuraikan ada hal yang prinsip yang tidak boleh ditawar tawar yaitu akuntabilitasnya. Artinya semua pekerjaan harus bisa dipertanggung jawabkan baik kepada negara maupun kepada masyarakat, melalui laporan berkala.

Karena sesuai dengan Undang Undang nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik telah diamanatkan bahwa setiap lembaga publik yaitu lembaga yang operasionalisasinya menggunakan keuangan negara, wajib memberikan informasi secara, serta merta, informasi setiap saat, informasi secara berkala dan informasi yang dikecualikan.

Sesuai amanat Undang Undang masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan informasi, jika ada pihak yang menghalang halangi, masyarakat bisa menuntut Pejabat Pengelola dokumentasi dan Informasi (PPID) atau atasan PPID.

Kesemuanya itu penting dilakukan dalam upaya menghindari terjadinya Korupsi dan Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan oleh Penegak Hukum.

“Mari mulai mewujudkan pemerintahan yang bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, kita mulai dari yang kecil kecil seperti tidak korupsi waktu, datang tepat pada waktunya dan pulang sesuai aturan yang ada. Atasan bisa menjadi contoh dan teladan bagi staf dan tidak menjadikan staf sebagai,” pungkasnya. (adv/dur)

Facebook Comments