Radar Pendidikan

PGRI Dorong Pengadaan Formasi Khusus Honorer

Warsito SPd, Ketua PGRI Batang

Warsito SPd, Ketua PGRI Batang

BATANG – Di momen perayaan HUT PGRI ke-73 dan Hari Guru Nasional, PGRI Kabupaten Batang berharap ada perhatian untuk guru honorer. Pihaknya berharap pemerintah pusat dapat mengakomodir guru honorer, khususnya yang sudah lama mengabdi dan berusia di atas 35 tahun.

Hal ini disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Batang, Warsito SPd, usai kegiatan upacara HGN di Lapangan SMKN 1 Kandeman, Minggu (25/11). Ia berharap, di momentum HGN kali ini pemerintah bisa memperjuangkan nasib para guru, khususnya guru honorer.

“Di momen ini kami berharap pemerintah, khususnya pemerintah pusat mempercepat pemberiaan solusi atas banyaknya guru honorer yang tidak lolos seleksi CPNS. Dan juga banyaknya guru honorer yang berusia di atas 35 tahun dan tidak bisa mengikuti ujian CPNS. Semoga janji-janjinya segera direalisasikan. Karena ini erat kaitannya pula dengan kualitas pendidikan di Batang,” ujar Warsito.

Jika pemerintah pusat tidak mempercepat solusi tersebut, pihaknya khawatir akan berdampak pada kualitas pendidikan Batang di mana banyak guru-guru yang status dan kesejahteraannya tidak jelas. Padahal, jika dilihat, semangat dan kualitas guru-guru honorer biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan guru-guru zaman dulu.

“Secara status teman-teman honorer ini memang tidak jelas. Meski begitu, mereka jauh lebih semangat dan kompeten. Lebih baik dari guru-guru zaman dulu. Apalagi mereka juga saat ini lebih menguasai teknologi dan lainnya. Bahkan, mereka mampu memanfaatkan teknologi untuk membantu pembelajaran. Nah, jika ada solusi yang jelas akan status mereka, saya rasa akan lebih mengenakkan dan dapat menjaga semangat kerja mereka yang sudah bagus ini,” terang lelaki yang pernah menjadi Kepala SDN Kauman 07 itu.

Sambil menunggu kejelasan status, PGRI juga terus mendorong agar guru dapat meningkat kompetensinya. Ia berharap guru di Batang tidak mudah berpuas diri dan selalu meng-upgrade kemampuan mereka khususnya dalam persiapan menuju revolusi industri 4.0. (nov)

PENULIS: NOVIA ROCHMAWATI

Facebook Comments