Metro Pekalongan

Walikota Pekalongan : Berikan Pelajaran yang Menyenangkan

Walikota Pekalongan dan Anak PAUD dan TK

BERSAMA – Walikota Pekalongan, H Saelany Machfudz sedang berfoto bersama dengan anak-anak PAUD dan TK.

KOTA PEKALONGAN – Walikota Pekalongan, H Saelany Machfudz berpesan kepada guru sebagai pendidik dapat menciptakan suasana belajar mengajar yang nyaman dan menyenangkan. Tujuannya biar anak-anak terhindar dari kejenuhan.

Demikian ia sampaikan saat menghadiri peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-73, yang dikemas dalam acara ‘Gebyar PAUD’ di Halaman Kantor Setda Kota Pekalongan, Sabtu (24/11).

Dalam acara tersebut, orang nomor satu di Pemkot Pekalongan menyapa, berdialog dan berfoto bersama anak-anak PAUD dan TK, serta ribuan Tendik (Tenaga Didik) dalam acara gebyar paud.

Walikota Pekalongan datang bersama istri, Khusnul Khotimah, yang juga selaku Bunda PAUD Kota Pekalongan. Keduanya disambut dengan iringan musik Marching Band Gita Surya Pratama dari SD Muhammadiyah 02 Bendan, Pekalongan. Sekaligus membuka dan memberikan sambutan dalam kegiatan Gebyar PAUD tersebut.

Dalam sambutannya, Saelany menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. “Atas nama Pemkot Pekalongan sangat mengapresiasi, saya merasa bangga, bahagia, senang luar biasa bisa bersama anak-anak tercinta, anak-anak sehat. Harapannya tentu saja ini menjadikan suatu support bagi kita semua bahwa pendidikan anak sangatlah penting sebagai generasi penerus bangsa.”

“Saya berharap guru sebagai pendidik dapat menciptakan suasana belajar mengajar yang nyaman dan menyenangkan agar anak-anak terhindar dari kejenuhan sehingga dengan metode Fun..Fun..Fun.., gembira..gembira..gembira, anak-anak bisa lebih mudah menerima pelajaran yang disampaikan,” terang Walikota.

Menurutnya, dengan suasana belajar yang menyenangkan akan berdampak positif bagi perkembangan anak-anak bangsa sehingga dibutuhkan guru yang mandiri, inovatif, dan kreatif untuk mencetak generasi generasi bangsa yang berkualitas.

Lebih lanjut, Walikota menerangkan masalah tantangan yang dihadapi oleh anak-anak, orangtua maupun guru yang mendampingi di sekolah semakin berat. Anak-anak zaman sekarang atau yang lebih dikenal dengan zaman milenial, disibukkan dengan tontonan-tontonan televisi dan gadget. Sehingga diperlukan upaya bersama yang baik bagi semua pihak khususnya para guru dan orangtua untuk mengawasi dan memonitor kegiatan dan perkembangan anak-anaknya.

Saelany berpesan kepada anak-anak untuk tidak saling mengejek, membully, bertengkar dan selalu patuh terhadap guru dan orangtua.

“Jangan saling mengejek, membully, bertengkar. Teman kita ya saudara kita. Jika ada teman yang kesusahan harus dibantu, harus patuh dengan guru dan orangtua agar menjadi anak yang cerdas dan berakhlakul karimah,” pesannya lagi.

Gebyar PAUD merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut HGN 2018 sebagai salah satu wadah untuk mendorong anak PAUD dan TK dalam membentuk mental, karakter dan skill, sekaligus bisa mengembangkan jiwa kreatif dan inovatif.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemkot Pekalongan melalui Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Kegiatan Gebyar PAUD diawali dengan senam bersama antara para guru dan siswa-siswi PAUD dan TK se-Kota Pekalongan.

Dibuka oleh Walikota Pekalongan, M. Saelany Machfudz dan dihadiri oleh Bunda PAUD Kota Pekalongan, Khusnul Khotimah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Soeroso, Perwakilan SKPD Kota Pekalongan, Ketua PGRI Korwil Pekalongan, Robby Agus Setiono, Tim Penggerak PKK, Kepsek, Tendik PAUD dan TK serta para orangtua dan 1200 siswa PAUD dan TK se-Kota Pekalongan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Soeroso mengatakan, tujuan kegiatan Gebyar Paud ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada anak yang dimulai sejak dini sesuai usianya yang diwujudkan dalam berbagai macam perlombaan.

“Nilai-nilai yang ingin ditanamkan bagi anak PAUD ditekankan nilai kinestetik dan motorik, sedangkan untuk anak TK lebih ditekankan nilai estetika. Ada 3 kegiatan pokok hari ini yaitu Festival Kelompok Belajar, Taman Kanak-Kanak dan Senam Bersama.”

“Serta ada 12 macam lomba yang dipertandingkan dan terbagi dalam 2 kategori: untuk kelompok bermain (PAUD) dan TK diantaranya Lomba Menyusun Puzzle, Membentuk Plastisin 3 Dimensi, Menyanyi Lagu Nasional, Estafet Air, Melukis Menggunakan Arang, Mengancingkan Baju, dan sebagainya,” kata Soeroso.

Soeroso menjelaskan aspek yang menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut adalah melatih dan menumbuhkan aspek kerjasama dalam tim, rasa percaya diri, nilai-nilai kebersamaan bagi anak-anak sehingga diharapkan mereka bisa berbaur, bersosialisasi, bekerjasama, keterampilan motorik dan memahami nilai-nilai keindahan (estetika). (dur)

Facebook Comments