Terus Kembangkan Kampung Iklim

by
Terus Kembangkan Kampung Iklim
SOSIALISASI - DLH Kota Pekalongan menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim di Ruang Setda Kota Pekalongan, kemarin (22/11). DOK
Terus Kembangkan Kampung Iklim
SOSIALISASI – DLH Kota Pekalongan menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim di Ruang Setda Kota Pekalongan, kemarin (22/11).
DOK

KOTA – Pemerintah Kota Pekalongan sejak tahun 2012 telah mengimplementasikan Program Kampung Iklim (Proklim) di Kota Pekalongan. Pembentukan Proklim ini akan terus dikembangkan di tahun-tahun mendatang, dan mengajak pihak terkait bersama elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi.

Adanya Proklim ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, serta upaya mitigasi dan adaptasi akibat dampak perubahan iklim.

Demikian yang terungkap dalam sosialisasi Program Kampung Iklim yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan.

Pada sosialisasi tersebut, Kepala DLH Kota Pekalongan yang diwakili oleh Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Kota Pekalongan, Erwan Kurniawan, menerangkan tujuan digelar sosialisasi ProKlim yaitu memberikan pengetahuan kepada masyarakat Kota Pekalongan terkait pembentukan Kampung Iklim. Masyarakat Kota Pekalongan khususnya yang hadir di acara sosialisasi dimaksud, bisa menjadi pelopor di wilayahnya untuk mengikuti ProKlim.

Dia menerangkan bahwa ProKlim telah dilaksanakan sejak tahun 2012. Program ini mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19/2012 tentang Program Kampung Iklim. Proklim dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah minimal setingkat Dusun/Dukuh/RT/RW dan maksimal setingkat Desa/Kelurahan.

“Di Pekalongan sebetulnya sudah diimplementasikan sejak tahun 2013 dan sampai sekarang DLH Kota Pekalongan selaku pihak penyelenggara selalu berbenah agar di Kota Pekalongan akan muncul semakin banyak kampung-kampung iklim,” ujar Erwan.

Menurutnya, konsep ProKlim tidak hanya difokuskan pada kampung-kampung yang terkena perubahan iklim saja, melainkan juga terkait mitigasi atau pencegahan perubahan iklim seperti ketahanan pangan, penghijauan, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah, pengelolaan air, dan sektor-sektor lain yang menjadi fokus kegiatan ProKlim tersebut.

Pihaknya berharap melalui sosialisasi tersebut, minimal ada 10 lokasi yang menjadi kampung iklim di awal tahun 2019 nanti.

“Kriteria pemilihan lokasi kampung iklim ini nanti masyarakat sendiri yang inisiatif mendaftarkan kampung mereka melalui website yang kami sediakan. Nanti kita yang memilah kira-kira kampung mana yang layak dijadikan kampung iklim ini melihat aspek kelengkapan dokumen dan sarana dan prasarana yang memadai untuk dilakukan verifikasi,” tegas Erwan.

Bertindak sebagai pemateri dalam sosialisasi yakni Sigit Murhofiq dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah yang memaparkan materi mengenai Kebijakan Percepatan ProKlim di Jawa Tengah.

Kegiatan dihadiri oleh OPD terkait Kota Pekalongan dan 45 peserta yang terdiri dari masyarakat yang memenangkan Lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat, Paguyuban Pengelola Sampah, dan Paguyuban Pengelola Limbah. (way)

PENULIS: WAHYU HIDAYAT