Perkuat Daya Saing, KNPI Seriusi Penguatan Kewirausahaan

by -
Perkuat Daya Saing, KNPI Seriusi Penguatan Kewirausahaan
PAPARAN - Salah seorang narasmber tengah memaparkan materi di hadapan peserta Sekolah Wirausaha yang digelar KNPI Kendaldi Hotel Grand Anugerah Kendal, Sabtu (24/11). NUR KHOLID MS
Perkuat Daya Saing, KNPI Seriusi Penguatan Kewirausahaan
PAPARAN – Salah seorang narasumber tengah memaparkan materi di hadapan peserta Sekolah Wirausaha yang digelar KNPI Kendaldi Hotel Grand Anugerah Kendal, Sabtu (24/11).
NUR KHOLID MS

KENDAL – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kendal menggelar Sekolah Wirausaha Kendal, berupa Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Pemuda 2018, di Hotel Grand Anugerah Kendal, Sabtu (24/11).

Acara diikuti sebanyak 80 peserta. Sebagai narasumber, yakni Guntur Raditya Wardhana, CEO Laxita Kayana Corp dan pengusaha Kendal M Tasin. Hadir Kabid Pemuda Disporapar Kendal, Ali Supriyanto. Kedua narasumber memotivasi peserta dengan berbagi pengalamannya dalam membangun bisnis yang dirintisnya dari bawah hingga menjadi seorang pengusaha sukses.

Dalam materinya berjudul “Unlimited Innovation”, Guntur Raditya mengatakan, kunci seorang wirausahawan bisa bertahan di era globalisasi adalah emotional bonding atau membangun ikatan emosional baik dengan konsumen, investor, maupun stakeholder. “Kalau kita mau bisnis kita bertahan, bangun hubungan yang baik, bangun emosi yang baik dengan publik kita. Bagaimana caranya? Kita harus berfikir kreatif dan melakukan inovasi dalam berwirausaha,” katanya.

Inovasi dalam wirausaha harus dilakukan melalui satu paket lengkap, bukan sekedar inovasi dalam produk saja, namun juga dalam hal pelayanan, pemilihan media pemasaran, dan dalam membangun relasi. Kunci dalam berinovasi adalah memanfaatkan momen dan inovasi yang diciptakan harus bisa menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi di pasar. “Dengan demikian publik akan memberikan perhatian lebih terhadap produk kita,” tukas Raditya.

Kata dia, inovasi dalam berwirausaha tidak memiliki batasan. Selalu ada peluang untuk berinovasi, karena inovasi mampu mengakomodir kebutuhan publik yang terus berkembang. Maka perlu eksplorasi untuk melahirkan ide kreatif dan solutif.

Radit juga meminta calon wirausawan tak terlalu dipusingkan dengan modal, karena hal itu bisa diatasi dengan kerjasama dengan investor.
“Yang terpenting mendsetnya dulu, kaau ini sudah tertanam kuat, maka langkah menuju sukses tidak akan sulit,” tandasnya.

Kabid Pemuda Disporapar Kendal, Ali Supriyanto mengatakan, bidang kewirausahaan merupakan salah satu isu strategis program pembangunan nasional tahun 2020-2025. Sayangnya, belum banyak dari mereka yang menyeriusi sektor tersebut. Padahal, tantangan di 2035, kaum muda harus bisa bersaing.

“Karena sudah memasuki pasar global, sehingga mulai sekarang harus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan agar bisa bersaing dengan bangsa lain sehingga perluanya pelatihan ini,” katanya.

Ketua DPD KNPI Kendal, Nanang Husni Faruk mengatakan, memasuki era globalisasi tentu akan dihadapkan pada kondisi teknologi dan ilmu pengetahuan berkembang pesat, interaksi meluas dengan kemudahan komunikasi dan akses informasi, mobilitas tinggi, serta besarnya persaingan dalam segala bidang, khususnya bidang ekonomi. Dalam sektor ekonomi, wirausaha didominasi oleh generasi muda.

“Generasi muda saat ini dituntut untuk memiliki daya saing tinggi. Untuk melahirkan generasi ini, maka kami gelar Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Pemuda 2018 selama dua hari, tanggal 24 dan 25 November,” ujarnya.

Ketua panitia, Arif Fajar Hidayat menambahkan, tujuan pelatihan adalah untuk peningkatan skill kewirausahaan, mulai dari perencanaan, produksi, dan pemasarannya. Harapannya, para peserta akan menggeluiti bidang wirausaha dan menjadi wirausaha yang sukses. “Wirausaha sukses itu, selain usahanya jalan, juga bisa jalan-jalan menikmati hasil usahanya,” pungkasnya. (nur)

PENULIS: NUR KHOLID MS