Polres Ajak Awak Media dan Pegiat Medsos Perangi Hoax

by
Polres Ajak Awak Media dan Pegiat Medsos Perangi Hoax
PEMBINAAN - Polres Pekalongan Kota bersama Dinkominfo memberikan pembinaan kepada awak media dan netizen Kota Pekalongan untuk memerangi berita hoax, Kamis (22/11). DOK DINKOMINFO
Polres Ajak Awak Media dan Pegiat Medsos Perangi Hoax
PEMBINAAN – Polres Pekalongan Kota bersama Dinkominfo memberikan pembinaan kepada awak media dan netizen Kota Pekalongan untuk memerangi berita hoax, Kamis (22/11).
DOK DINKOMINFO

KOTA PEKALONGAN – Polres Pekalongan Kota bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan mengajak para awak media serta para pegiat media sosial (medsos) dan netizen di Kota Pekalongan untuk bersama melawan hoax.

Itu dilakukan dalam rangka mendukung terciptanya Pileg dan Pilpres Tahun 2019 dengan situasi aman, damai, dan sejuk, terutama di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota.
Hal ini terungkap dalam acara silaturahmi dan pembinaan netizen yang digelar Satgas Nusantara jajaran Polres Pekalongan Kota di aula mapolres setempat, Kamis (22/11).

Silaturahmi yang diikuti oleh perwakilan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), awak media cetak, elektronik, dan online, serta komunitas se-Kota Pekalongan ini untuk membangun kesadaran dan pemahaman terhadap bahaya hoax. Selain itu, untuk mendorong dan memberikan penyuluhan kepada netizen Kota Pekalongan.

Demikian diungkapkan Wakapolres Pekalongan Kota Kompol I Wayan Tudy Subawa. “Saat ini hoax meresahkan masyarakat karena mudahnya penyebaran berita tanpa adanya filter. Kami ajak masyarakat untuk menjadi netizen yang cerdas, menyebarkan berita yang jelas sumber informasinya,” pesannya.

Tudy mengakui bahwa media online dan media sosial mampu menjadi sarana kampanye yang baik, tentu yang perlu dilakukan oleh netizen adalah mebentengi diri dari berita bohong, tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum diketahui secara pasti sumbernya maupun kebenarannya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat apabila menerima berita yang belum kepastiannya, jangan di-share dahulu, melainkan cari informasi kebenaran berita tersebut terlebih dulu.

Wakapolres juga menegaskan bahwa orang yang menyebarkan berita bohong atau hoax bisa terkena pidana. Oleh karena itu pihaknya mengajak masyarakat untuk berpandai-pandailah dalam bersosial media.

“Mendekati Pemilu 2019 ini harapannya dapat tercipta pilpres aman, damai, dan sejuk. Saya imbau masyarakat untuk menjunjung asas demokrasi, jangan mudah terpengaruh oleh berita hoax,” papar I Wayan Tudy.

Plt Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan, Dr Sri Budi Santoso mengungkapkan isu hoax di kalangan masyarakat semakin merebak. Media cetak tentu memiliki filter melalui editor dan redaksinya, ini menjadi pembelajaran untuk media lain agar selalu memfilter pemberitaan.

“Ini menjadi PR untuk saling bahu membahu meningkatkan literasi para pecinta medsos. Yang memiliki semangat dalam menyebarluaskan informasi kita bantu untuk tingkatkan literasinya,” terang pria yang akrab disapa SBS ini.

Dalam penyebarluasan informasi, SBS yakin niat masyarakat baik untuk kebermanfaatan publik. Sudah saatnya untuk meningkatkan hal-hal kemediaan. Kalau bisnis atau e-commerce konteksnya aman bagi pembeli dan penjual.

“Jika itu memiliki atensi terhadap media, Dinkominfo Kota Pekalongan akan upayakan peningkatan kapasitas dengan pelatihan dan memfasilitasi ujian kompetensi wartawan online,” imbuh SBS. (way)

PENULIS: WAHYU HIDAYAT