Radar Desa

Secara Rutin Gotong-Royong Bersihkan Masjid

Bersih Masjid

MEMBERSIHKAN – Warga Watusalam tengah membersihkan Masjid Darussalam secara bersama-sama.
FAKHRUN NISA

Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawan seluruh warga masyarakat. Hal itulah yang dilakukan oleh warga masyarakat Desa Watusalam Kecamatan Buaran yang secara gotong-royong membersihkan Masjid Darussalam, masjid kebanggaan warga Watusalam.

Selain diselenggarakan rutin, kegiatan kebersihan juga digelar menjelang kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Seperti yang dilakukan oleh warga Watusalam pada Rabu (21/11) yang membersihkan masjid dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu malam (21/11).

Kegiatan kebersihan tersebut dimotori oleh para pemuda Watusalam yang tergabung dalam Jamaah Tahlil Pemuda (JTP) Masjid Darussalam Watusalam. Bersama masyarakat, para pemuda membersihkan area masjid mulai dari halaman, tempat wudhu, hingga area dalam masjid.

“Hari ini (kemarin, red) dalam rangka persiapan Maulidurrosul kami menggelar kegiatan kebersihan di Masjid Darussalam. Ini yang sedang bersih-bersih adalah anggota Jamaah Tahlil Pemuda. Alhamdulillah pemuda-pemuda di Watusalam bisa aktif dalam kegiatan seperti ini,” ujar Pengurus JTP Masjid Darussalam Watusalam, Ahmad Ihsanudin.

Disebutkan, kegiatan Maulid Nabi di Masjid Darussalam mendatangkan penceramah muda Ustadz Minanur Rohman. Dalam kegiatan tersebut tim rebana Ikatan Remaja Masjid Darussalam (Irmasda) dan JTP juga tampil untuk memeriahkan suasana.

Lebih lanjut Ihsan, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa para pemuda yang tergabung dalam JTP sering mengadakan kegiatan diskusi. Tema yang sering diangkat seputar permasalahan di dalam ilmu fiqih. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan menguatkan aqidah para pemuda.

“Alhamdulillah sekarang sudah banyak perubahan bagi sebagian warga yang mungkin sebelumnya tidak terlalu paham ilmu agama. Kegiatan itu mengalir saja. Setelah pembacaan tahlil yang digelar secara rutin kami menggelar Cangkiran atau cangkrukan sambil mikir yang berisi diskusi tentang permasalahan fiqih tapi dikemas dengan grumungan,” tandasnya. (run)

Facebook Comments