Radar Kajen

Piye Kiye, Enam Bulan Petani Tebu Kok Belum Dibayar

Bung Ramson

TAMPUNG ASPIRASI – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Bung Ramson saat menampung aspirasi petani di Kabupaten Pekalongan.
TRIYONO

KAJEN – Nasib petani tebu di Kota Santri akhir akhir ini kian memprihatinkan. Sebab selain harga rendemen gula rendah, hingga kini hasil panen tidak kunjung dibayar.

Keluhan petani tebu ini disampaikan kepada anggota Komisi VII DPR RI Bung Ramson usai Demo Teknologi Bidang Pertanian Batan di Balai Desa Wiradesa, Desa/Kecamatan Wiradesa, kemarin sore.

Ahmad, petani tebu dari Desa Wiradesa, mengeluhkan harga rendemen gula di tingkat petani yang rendah. Selain itu, penebangan tebu yang tidak tepat waktu mengakibatkan tingkat rendemen tebu turun, karena sudah melampui masa masaknya.

“Kami sudah enam bulan lalu panen juga belum dibayar,” keluh dia.

Menurut Ahmad, untuk masa giling tebu tahun 2018 ini Pabrik Gula Sragi terbagus di PTPN IX. Ia berharap, harga gula di tingkat petani bisa bagus, sehingga petani tebu tidak merugi. Ia mengaku setiap hektarnya mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta.

“Harapan kami harga gula bisa bagus, dan kami secepatnya bisa dibayar agar petani bisa merasakan kembali manfaat berbudidaya tanaman tebu,” ungkapnya.

Sementara anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra Bung Ramson menyatakan akan memperjuangkan aspirasi petani tebu di daerah, seperti dari Kabupaten Pekalongan. Dikatakan, petani tebu mengeluh dalam tiga tahun terakhir selalu merugi. Sebab, harga gula di tingkat petani terlalu rendah yakni Rp 9.200 perkilogram. Selain itu, Perum Bulog belum bisa menampung gula petani.

“Dengan adanya keluhan dari petani tebu ini, kita sangat menyayangkan kalau masih ada impor gula. Untuk itu saya di DPR RI akan membuat surat kepada Menteri Perdagangan dan juga Menteri Pertanian dan juga Kabulog agar diberikan proteksi kepada para petani tebu kita supaya jangan terus merugi. Paling tidak ada untungnya di atas ‘break event point’,” ujar Bung Ramson.

Jika petani tebu terus mengalami kerugian, maka menurut Ramson, hal ini bisa berbahaya. Sebab akan terjadi proses kemiskinan terhadap para petani tebu di Kabupaten Pekalongan dan juga di kabupaten lainnya.

“Ini yang sangat mengecewakan, di satu sisi produksi gula perjuangan dari rekan-rekan petani tebu tidak direspon oleh Menteri Perdagangan yang malah terus meningkatkan impor gula. Inilah nanti yang akan saya perjuangkan di DPR RI,” tandasnya.

Sebelumnya, nasib petani tebu belum semanis gula. Banyak persoalan yang dihadapi mereka. Oleh karena itu, Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan juga berusaha menampung aspirasi mereka dan akan berusaha untuk memperjuangkannya.

Dalam rangka menampung aspirasi petani tebu, Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan melaksanakan kunjungan kerja di PG Sragi di Kecamatan Sragi, Selasa (23/10). (yon)

Facebook Comments