Metro Pekalongan

10 Sudah, Tinggal 14 yang Belum Bebas BAB Sembarangan

Bebas BAB Sembarangan

DEKLARASI – 10 Lurah saat mendeklarasikan diri bebas BAB di sela kegiatan Grebeg Germas, Selasa (20/11). Masih ada 14 kelurahan yang menjadi target penyelesaian tahun 2019 mendatang.

KOTA PEKALONGAN – Sepuluh kelurahan di Kota Pekalongan, mendeklarasikan diri sebagai kelurahan Open Defection Free (ODF) atau bebas dari Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Mereka dengan menyusul tiga kelurahan lain yang sudah lebih dulu deklarasi bebas BAB sembarangan. Sehingga saat ini sudah 13 kelurahan yang menyatakan diri bebas BAB sembarangan. Sisanya atau sebanyak 14 kelurahan, masih menjadi PR untuk diselesaikan tahun 2019 mendatang.

Kesepuluh kelurahan yang deklarasikan diri bebas BAB sembarangan adalah Kelurahan Buaran Kradenan, Kelurahan Bendan kregon, Kuripan Kertoharjo, Kandang Panjang, Kelurahan Klego, Kelurahan Poncol, Kelurahan Noyontaansari, Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kelurahan Bandengan, dan Kelurahan Sapuro Kebulen.

Deklarasi dilakukan oleh sepuluh Lurah di hadapan Walikota Pekalongan Moch Saelany Machfudz dan perwakilan Dinas kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tamu undangan dan masyarakat di sela-sela kegiatan Grebek Germas yang digelar dalam rangka memperingati HKN ke 10, Selasa (20/11).

Ada tiga hal yang dideklarasikan oleh para Lurah yang mengatasnamakan masyarakat masing-masing kelurahan. Mereka menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa perilaku buang air sembarangan adalah perbuatan yang tidak baik yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto menyatakan, dengan deklarasi 10 kelurahan ini maka masih ada 14 kelurahan yang menjadi PR untuk dituntaskan tahun 2019 menatang.

“Masih ada 14 kelurahan di Kota Pekalongan yang menjadi PR untuk dituntaskan terbebas dari buang air besar sembarangan. Targetnya, tahun 2019 mendatang semua kelurahan sudah penuhi program bebas dari BAB sembarangan,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments