Radar Kajen

Pasangan Siri Berusia 78 Tahun Ini Akhirnya Langsungkan Itsbat Nikah

Itsbah Nikah

ITSBAT NIKAH – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan hadiah kepada para peserta itsbat nikah, di Kantor Kecamatan Paninggaran, Senin (19/11).
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Sebanyak 105 pasang suami istri asal di empat kecamatan, mengikuti itsbat nikah, di kantor Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Senin (19/11) kemarin. Itsbat nikah merupakan kali ketiga yang digelar Pemkab Pekalongan, bekerjasama dengan Pengadilan Agama dan KanKemenag. Tujuannya, untuk mencatatkan status pernikahan pada pasangan sebelumnya nikah siri, sehingga dapat diakui legalitasnya sesuai undang-undang negara.

Dari 105 pasangan tersebut, usianya cukup variatif. Peserta itsbat nikah yang paling tua 78 tahun, dan pasangan termuda berusia 19 tahun.

Salah satunya adalah Kyai Sulaiman, warga Paninggaran Kecamatan Paninggaran yang mengaku berusia 78 tahun. Sulaiman menyampaikan kegirangan saat Pemerintah Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan itsbah nikah. Karena dengan kegiatan ini Bapak dari 8 anak ini dipastikan akan mendapatkan surat resmi terkait status dalam perkawinan.

“ Saya menikah pada tahun 1970 dengan usia waktu itu 30 tahun, karena kondisi waktu itu saya gelap tidak mengerti tentang aturan hukum perkawinan, ya sudah hanya menikah secara agama saja. Ada saksi, pengulu dan keluarga itu sudah cukup, Oleh karena itu saya sangat cocok dengan kegiatan itsbat nikah ini,” tegasnya.

Atas kegirangan Kyai Sulaiman Bupati Asip sontak secara spontan memberikan ucapan selamat sekaligus memberikan hadiah bingkisan sebagai syukuran perkawinan.

Lebih lanjut Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi menuturkan bahwa kegiatan Isbat Nikah yang ada di Kabupaten Pekalongan ini adalah untuk mencatatkan kembali para suami istri yang menikah siri namun belum tercatat oleh negara. Karena menurutnya bahwa pasangan nikah kyai ini yang secara administrasi pemerintahan kependudukan belum sah, namun secara agama sudah sah itulah yang disebut dengan itsbat nikah.

Karena kewenangan itsbat nikah ada di pemerintah dan yang menentukan legalitas itu hanya pemerintah. Sehingga yang menentukan pernikahan itu sah atau tidak itu institusi pemerintah, dalam hal ini Pengadilan Agama, kemudian secara administrasi ditindak lanjuti oleh Kementrian Agama dan didukung dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pekalongan.

Itsbat nikah pada saat ini diikuti oleh 105 pasangan dari 4 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan, dari Kecamatan Bojong, Kecamatan Kandangserang, Kecamatan Kajen dan yang terbanyak adalah dari Kecamatan Paninggaran sebanyak 99 pasangan.

Hal ini penting untuk menyadarkan masyarakat bahwa mencatatkan pernikahan di Pemerintahan adalah suatu kewajiban juga. Karena persoalan yang timbul dari perkawinan tanpa catatan itu banyak menyangkut dokumen-dokumen privat seseorang seperti akta kelahiran, kartu keluarga sampai nanti KTP.

“Semua akan diproses dengan baik, apabila perkawinan dicatatkan dengan baik pula,” ujar Asip.

Untuk itu pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui APBD Kabupaten Pekalongan Tahun 2018 bekerjasama dengan Pengadilan Agama Kajen, berusaha terus, supaya warga yang belum mencatatkan perkawinannya ini bisa ditindak lanjuti. (yan)

Facebook Comments