Radar Kendal

Kesadaran Berdonor Meningkat, Stok Darah di PMI Aman

Kesadaran Berdonor

DONOR DARAH – Peringati HKN, RSU Baitul Hikmah mengadakan kegiatan Aksi Donor Darah bagi karyawan dan masyarakat umum.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Kebutuhan stok darah di markas PMI Cabang Kendal ternyata cukup tinggi. Setiap bulan, organisasi kemanusiaan itu membutuhkan stok hingga 900 kantong darah.

Untuk bulan ini saja, stok yang dimiliki PMI sudah 400 kantong, baik golongan A, B, O, maupun AB. Mengingat tingginya mobilitas darah itu, PMI karenanya selalu mengupdate stoknya secara berkala. Per 17 November 2018, ketersediaan darah untuk golongan darah A sebanyak 33 kolf, B sebanyak 128 kolf, O sebanyak 178 kolf dan AB sebanyak 34 kolf, sehingga total ada 373 kolf.

“Untuk stok darah masih aman, karena seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah,” kata dr Agus Suwondo, Wakil Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Cabang Kendal; disela-sela kegiatan Aksi Donor Darah yang digelar RSU Baitul Hikmah Kendal, kemarin.

Agus memastikan tidak ada jual beli darah di PMI. Adapun sejumlah uang yang diterima PMI dari masyarakat yang tengah membutuhkan darah di PMI itu merupakan uang sebagai pengganti biaya pengolahan darah yang dilakukan PMI. Akan tetapi, dengan adanya JKN dan wajib BPJS, masyarakat yang hendak membutuhkan darah di PMI tidak lagi mengeluarkan uang untuk pengganti biaya pengolahan darah. Sebabsemua sudah ditanggung oleh BPJS. “Secara nasional biaya pengolahan darah sebesar Rp 360 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisaris RSU Baitul Hikmah, dr Siti Qomariyah mengatakan, kegiatan aksi donor darah dilakukan dalam rangka menyemarakkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54. Selain itu, RSU juga melaksanakan berbagai kegiatan lainnya. “Kegiatan donor darah ini yang pertama. Targetnya bisa terkumpul sebanyak-banyaknya. Selain dari masyarakat umum donor darah juga diikuti karyawan rumah sakit,” katanya.

Qomariyah berharap, aksi donor darah tersebut dapat membantu pemenuhan kebutuhan di PMI. Sebagai user atau pengguna tentunya rumah sakit yang dipimpinnya juga akan membutuhkan darah yang dikelola oleh PMI. “Sebenarnya tidak sulit mendapatkan darah, akan tetapi ketika permintaan banyak acapkali kita kekurangan. Sebagian besar di rumah sakit ini pasien melahirkan, sehingga saat operasi kadang ada yang membutuhkan darah,” tukasnya. (nur)

Facebook Comments