Radar Kajen

Begini Pengakuan SW, Tersangka Pencabulan Gadis 17 Tahun

Tersangka Pencabulan

GELAR PERKARA – Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom saat memintai keterangan tersangka cabul dalam gelar perkara di Aula Mapolres Pekalongan.
TRIYONO

Kasus pencabulan terhadap gadis berusia 17 tahun, NK oleh lawan mainnya, SW (17) ternyata bermotif asmara. Seperti apa? Triyono, Kajen

Tersangka SW nekat mengunggah foto NK, korban yang ia cabuli, dengan foto setengah telanjang. Aksi bejat ini ia lakukan lantaran sakit hati diputusin oleh korbanya.

Dari hasil pengakuan tersangka SW (17), pemuda alamat Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi, mengaku sudah menjalani hubungan asmara sejak 6 bulan lalu. Namun dalam perjalananya sempat putus nyambung karena ditinggal merantau ke Ibu Kota Jakarta.

“Kita sempat pisahan karena saya tinggal ke Jakarta, dan dia (korban) juga,” ungkap tersangka saat gelar perkara.

Diakui, dalam menjalin hubungan asmara orang tua korban sempat mengetahui karena pernah bermain ke rumahnya. Namun firasat buruk untuk menguaplod foto muncul saat cerita dengan teman temanya, ketika usai diputusin.

“Saya cerita dengan teman kalau saya baru diputusin. Nah dari situ, teman saya bilang, udah dibuat malu aja foto diupload ke FB,” lanjutnya.

Setelah diupload, ternyata orang tua tahu dan tidak terima hingga akhirnya melaporkan ke Polisi. Sementara dalam hubungan asmara, SW mengaku sudah tujuh kali melakukan persetubuhan dan saat mabuk, hanya dengan menggunakan minuman suplemen dan campuran.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, nasib apes menimpa seorang gadis usia 17 tahun, NK alamat Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Sebab, ia menjadi korban pencabulan sebanyak tiga kali usai dicekoki miras oleh lawan mainnya, SW (17) pemuda asal Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi, kemarin malam. Adapun dalam aksinya, pelaku sempat mengambil foto korban dalam keadaan setengah telanjang, kemudian diupload ke media sosial Facebook.

Pencabulan terjadi pada Selasa, 21 Agustus 2018, sekira pukul 22.00 WIB. Berawal saat tersangka mengajak korban keluar rumah untuk ngobrol di sebuah kebun. Tepatnya di Kebun dekat jembatan putih, Dusun Combong, Desa Bulakpelem, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.

Namun usai tiba di lokasi, pelaku menyekoki korban dengan minuman keras. Setelah diminum, korban langsung mabuk. Disaat mabuk, pelaku langsung menyetubuhi korban sebanyak 3 kali. Tak hanya itu saja, usai menyetubuhi, pelaku mengambil foto korban pada saat dalam keadaan terbaring di rerumputan dengan hanya mengenakan baju dan celana dalam.

Kemudian, Kamis, 5 November 2018 sekira pukul 00.30 WIB. Pelaku dengan akun Facebook mengunggah foto korban tersebut ke Facebook sehingga foto tersebut dapat diakses atau diketahui oleh orang tuanya dan orang lain. Atas kejadian itu, orang tua korban peristiwa tersebut ke Polres Pekalongan.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban persetubuhan. Menurutnya, Rabu, 14 November 2018 unit PPA telah melakukan penangkapan terhadap seseorang yang diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 01 Tahun 2016. Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang juncto Pasal 76.D Undang Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka kini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Unit PPA Satreskrim Polres Pekalongan. Adapun barang bukti yang diamankan berupa sepotong celana jeans panjang warna hitam, ukuran 28, merk prada. Sepotong kaos lengan pendek warna merah muda, sepotong celana dalam wanita warna merah muda, ukuran L, merk Esse Collection dan Unit Ponsel android merk Samsung,” terangnya. (yon)

Facebook Comments