Nasional

Uang Suap Diduga Dipakai untuk ‘Amankan’ Kasus Istri

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda saat tiba di gedung di KPK. Kader Demokrat itu diduga terima suap Rp 550 juta. (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu sebagai tersangka dugaan suap Dinas PUPR. Selain untuk proyek pekerjaan umum, muncul dugaan bila Remigo menggunakan uang untuk kepentingan pribadinya. Salah satunya untuk ”mengamankan” kasus sang istri, Made Tirta Kusuma Dewi.

“Uang tersebut diduga digunakan untuk keperluan pribadi Bupati, termasuk untuk mengamankan kasus yang melibatkan istri bupati yang saat ini sedang ditangani penegak hukum di Medan,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (18/11).

Made Tirta terlibat kasus suap kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Pakpak Bharat 2014 silam. Dia dan sejumlah orang lainnya sempat diperiksa.

Saat awal mencuat, kasus itu ditangani oleh Polres Pakphak Barat. Empat tahun berselang, kasus penyelewengan uang negara tersebut dilimpahkan ke Polda Sumut.

“Awal 2018 baru dilimpahkan ke kami (Polda Sumut),” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombespol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (19/11).

Belakangan penyelidikan kasus dihentikan. Tatan mengatakan, Made Tirta sudah mengembalikan kerugian negara. Uang yang dikembalikan kepada Inspektorat setempat sekitar Rp 143 juta.

Yang menjadi tanda tanya besar, mengapa kasus itu berlarut-larut dari 2014 hingga dilimpahkan ke Polda pada 2018?. Terkait hal itu Tatan menegaskan bahwa kasus yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) itu membutuhkan proses.

“Itu kan tidak satu dua orang yang diperiksa. Kami sama-sama tahu dalam tahap penyelidikan itu. Sepanjang belum ditindaklanjuti, kami tetap memonitor sama-sama,” tegasnya.

Sebelumnya, Remigo menjadi kepala daerah ke-104 yang dicokok KPK. Remigo terkena OTT dan menjadi tersangka karena menerima Rp150 juta untuk suap fee proyek PUPR.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, dalam OTT ke-27 sepanjang tahun ini tersebut, pihaknya menetapkan tiga tersangka. Selain Remigo, ada Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) David Anderson Karosekali dan Hendriko Sembiring (pihak swasta rekanan proyek). Ketiganya disangka sebagai penerima suap.

KPK mengendus duit fee lain yang diterima Remigo melalui orang dekatnya sebelum OTT kemarin. Totalnya Rp 550 juta. Perinciannya, Jumat (16/11) sebesar Rp 150 juta dan Sabtu (17/11) sebesar Rp 250 juta serta Rp 150 juta. (jawapos)

Facebook Comments