Metro Pekalongan

180 Ton Batu Bara Diamankan Polisi

5 FA - Polres Amankan 180 Ton Batu Bara (1) 1

TUNJUKKAN – Kapolres Pekalongan Kota bersama jajarannya saat menunjukkan batu bara yang diangkut dalam 7 truk. Polres mengamankan batu bara tersebut karena tidak memiliki izin lengkap.
M. AINUL ATHO

KOTA PEKALONGAN – Polres Pekalongan Kota, mengamankan sekitar 180 ton batu bara yang diangkut dalam 7 truk. Pengamanan dilakukan karena sopir yang membawa batu bara tidak bisa menunjukkan berkas perizinan lengkap. Sopir pembawa batu bara, hanya dapat menunjukkan izin jalan. Sedangkan beberapa surat resmi yang dibutuhkan dalam proses jual beli dan pengangkutan batu bara mulai dari IUP, IUPK dan izin dari pemerintah, tidak bisa ditunjukkan.

Operasi terhadap truk pengangkut batu bara, sudah dilakukan sejak sebulan yang lalu. Awalnya, Polres mengamankan dua truk pengangkut batu bara bersama satu buah pick up. Dalam kegiatan selanjutnya, Polres juga mengamankan empat truk pengangkut batu bara lain yang juga tidak memiliki surat perizinan lengkap.

“Saat diperiksa, truk pengangkut batu bara ini hanya bisa menunjukkan surat jalan dan tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen lain seperti IUP, IUPK, kemudian izin dari menteri kalau jual beli antar negara, atau gubernur jika antar provinsi maupun walikota atau bupati jika antar kota. Sehingga ini sedang kami perdalam dan masih dalam proses lidik,” ungkap Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Sandi Sitepu, Minggu (18/11).

Ketujuh truk batu bara tersebut, berasal dari berbagai kota diantaranya Semarang dan Cirebon dengan tujuan penjualan di Kota Pekalongan. Saat ini, lanjut Kapolres, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap sopir. Dari sana diharapkan bisa dilakukan pengembangan untuk mengetahui kepemilikan batu bara maupun penjual dan pembelinya.

“Sementara ini yang jelas kami akan gali dari sopir, itu menjadi dasar kita. Dari keterangan sopir nanti akan kami kembangkan sehingga bisa jelas yang beli siapa, yang jual siapa itu akan kami ungkap. Tujuan penjualannya di Kota Pekalongan semua tapi pabriknya yang mana, masih kami dalami. Karena bisa saja disebutkan pabrik A, B atau C tapi tidak tahu sebenarnya,” tambah Kapolres.

Pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh pengusaha pengguna batu bara, maupun penjual agar menggunakan batu bara yang legal dengan perlengkapan surat yang sudah disebutkan sebelumnya. Mulai dari izin angkut, izin jual maupun izin awal penambangan batu bara, seluruhnya harus lengkap.

Kapolres menyatakan, jika ada industri yang menggunakan batu bara ilegal maka bisa dikenai pasal 161 UU Minerba dengan ancaman hukukman 10 tahun dan denda Rp10 miliar. “Masih terus kami untuk pengembangan. Untuk sopir sendiri hanya kami kenakan wajib lapor,” tandasnya. (nul)

PENULIS: M. AINUL ATHO

Facebook Comments