Radar Kendal

Perangi Hoax dengan Menulis

Perangi Hoax dengan Menulis

PELATIHAN – Puluhan pelajar MA, SMA, dan SMK Maarif di Kendal ikuti pelatihan jurnalistik Short Course of Student Journalis yang digelar PC IPPNU Kendal.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Pelajar NU diminta tak sekadar pasif menyikapi fenomena hoax yang berkembang di media sosial (medsos). Mereka juga diminta aktif memeranginya dengan mengasah kemampuan menulis, sehingga bisa menuliskan berita yang benar.

Pesan itu mengemuka saat kegiatan pelatihan jurnalistik Short Course of Student Journalis yang digelar PC IPPNU Kendal di gedung Graha PC NU Kendal, Jumat (16/11). Direktur Mata Air Foundation, Abdul Idris, menjadi narasumber pelatihan. Kegiatan yang diikuti puluhan siswa SMA, MA, dan SMK Maarif se Kabupaten Kendal itu mengangkat tema “Pelajar Kendal Handal Berberita”.

“Hati-hati kalau ada informasi hoax di sosial media, jangan ditelan mentah-mentah dan ikut-ikutan main share lagi. Karena bisa ikut terjerat hukum kena UU ITE,” katanya.

Menurut Idris, selain bijak, pelajar NU juga harus bisa menulis berita, sehingga bisa memberikan informasi yang benar ke masyarakat. Itulah upaya meng-counter hoax di medsos. “Karena dengan pelajar mahir menulis bisa berkontribusi memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Jangan takut salah menulis, terus bersemangat karena itu modal utama bisa menulis dengan teknik jurnalistik untuk membuat informasi berita yang baik dan benar,” tukasnya.

Ketua PC IPPNU Kendal, Nirma Aini Masfufah mengatakan, banyaknya informasi hoax yang beredar di medos membuat khalayak umum terjebak dan langsung menanggapinya secara mentah tanpa disaring terlebih dahulu. Karena itu, perlu digelar pelatihan jurnalistik bagi pelajar Maarif. Ia berharap, semakin meningkatnya minat pelajar di dunia kejurnalistikan akan menambah wawasan mereka di media informasi dengan bahasa yang positif. “Sebagai generasi penerus bangsa, pelajar harus mampu menciptakan kreatifitas yang baik. Selain itu, mampu menyikapi perkembangan globalisasi di era milenial saat ini,” katanya.

Salah satu peserta pelatihan Jurnalistik, Ani Mufidah mengaku senang bisa mendapatkan pelatihan jurnalistik sebagai bekal menjadi seorang penulis atau jurnalis sejati. “Ini pengalaman pertama mengikuti kegiatan ini. Ternyata menulis tidak hanya sekedar menulis saja, tapi harus bisa mengetahui teknik menulis yang baik atau positif,” katanya. (nur)

PENULIS: NUR KHOLID MS

Facebook Comments