Radar Kajen

Rubah Bentuk, Pistol Polisi Disita

Senpi Polisi

DITARIK – Lantaran merubah bentuk, sepucuk Senpi terpaksa ditarik oleh Propam.
TRIYONO

KAJEN – Sepucuk Senjata Api (Senpi) milik anggota Polres Pekalongan disita. Hal itu karena pistol tersebut divariasi sehingga merubah bentuk.

Penyitaan dilakukan langsung oleh Wakapolres Pekalongan, Kompol Mashudi, saat melakukan pemeriksaan Senpi dinas milik anggota di Aula Mapolres Pekalongan.

Pelaksanaan giat operasi Gaktiblin pemeriksaan senpi organik Polri dipimpin langsung Wakapolres Pekalongan Kompol Mashudi. Sasarannya seluruh pemegang senpi organik Polri baik Perwira ataupun Bintara.

Wakapolres Pekalongan Kompol Mashudi menyatakan bahwa terdapat dua temuan dalam operasi Gaktiblin. Yang pertama 11 senjata api ditemukan kondisinya kotor. Oleh Wakapolres dan Propam, personel tersebut yang langsung diperintahkan untuk melakukan pembersihan senjata apinya kotor di lokasi pemeriksaan. Hal ini agar seluruh senjata api selalu dalam kondisi bersih selama dipinjampakaikan.

Sedangkan untuk temuan kedua, ada salah satu senjata api yang pegangannya sudah di variasi. Karena hal itu, senjata api tersebut langsung diamankan untuk dikembalikan lagi pada bentuk semula.

“Bagi anggota pemegang senjata api dinas diharapkan untuk tidak merubah bentuk senpi yang digunakan dalam menjalankan tugas, spesifikasi senpi sudah ditentukan baik posisi dan larasnya sudah berdasarkan penelitian. Kalau diubah itu akan berpengaruh, contoh laras panjang di potong itu mempengaruhi ketepatan tembakan, termasuk mengganti pegangan (senpi) akan mempengaruhi,” terang Wakapolres Pekalongan.

Menurutnya, melalui teguran itu diharapkan tidak ada lagi anggota yang menganggap jika senpi sebagai alat untuk bergaya.

“Itu bukan untuk gagah-gagahan, melakukan penembakan adalah upaya terakhir. Bukan urusan keren atau tidak keren, ini urusannya betul-betul siap digunakan atau tidak.
Setelah kegiatan pengecekan ini, personil yang memegang senpi dinas diharapkan dapat lebih hati-hati dalam menggunakan senpi dinas serta open dalam menjaga dan merawat, sehingga dapat menunjang tugas dilapangan,” himbaunya.

Hal senada diungkapkan Kasi Propam Polres Pekalongan Iptu Mustadi. Ia menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan pemeriksaan senjata api semacam ini adalah salah satu bentuk pengawasan oleh dinas terhadap senpi dinas agar tidak disalahgunakan oleh anggota.

Sesuai protap, dalam pengajuan senjata api oleh Personil Polri juga ada aturannya, seperti anggota harus melalui tahapan tes Psikologi yang diadakan setiap 6 bulan sekali, anggota yang sudah memegang senpi juga harus memedomani SOP penggunaan senpi dinas yang berlaku.

“Diharapkan kepada seluruh personil yang membawa senjata api yaitu agar setiap personel dapat bertugas menggunakan senjata api secara professional dan sesuai SOP (Standar Operating Procedure), dan selalu waspada dalam pelaksanaan tugas sehari- hari,” katanya. (yon)

Facebook Comments