Radar Batang

Disdukcapil Kewalahan, Pemohon KIA Membludak

Disdukcapil Batang

TUNJUKKAN – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang, M Abdul Rahman menunjukkan contoh KIA yang telah tercetak.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Sejak diluncurkannya program Nasional Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Batang pada bulan Oktober 2018 lalu, kini animo masyarakat cukup tinggi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat, dalam sehari ada 200 lebih pemohon yang menginginkan kartu identitas itu.

“Kita cukup kwalahan, karena setiap harinya ada 200 lebih permintaan pemohon pembuatan KIA itu. Sedang Disdukcapil sendiri, setiap harinya baru bisa melayani pembuatan KIA hanya sebanyak 100 keping saja, karena keterbatasan alat,” ujar Kepala Disdukcapil Kabupaten Batang, M Abdul Rahman, Jum’at (16/11).

Ia mengatakan, alat pembuatan KIA sangat terbatas. Peralatan itu hanya bisa ditemui di kantor induk Disdukcapil Batang dan belum bisa dihadirkan di setiap Kecamatan di Kabupaten Batang. Oleh karenanya, Disdukcapil membuat terobosan untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat yang mengajukan pembuatan KIA.

Terobosan layanan tersebut yakni dengan memberikan pelayanan jemput-bola ke sekolah-sekolah. Upaya itu, kata dia, untuk menghindari antrean panjang di kantor Disdukcapil, karena hampir setiap hari sudah banyak antrean dari masyarakat yang mengurus data kependudukan lain. “Masyarakat tidak perlu mengantre di kantor Disdukcapil,” katanya.

Hingga kini, lanjut Abdul Rahman, kurang lebih sudah ada 6 ribu lebih KIA yang diterbitkan oleh Disdukcapil Batang. Ia menarget, hingga akhir tahun 2018 nanti pihaknya mampu mencetak 30 ribu keping KIA untuk masyarakat Batang.

“Blangko KIA ada sebanyak 50 ribu, dan kini baru tercetak sekitar 6 ribu lebih. Kami menarget, hingga akhir tahun nanti dapat mencetak KIA hingga 30 ribu keping. Namun hal itu tidak kami paksakan, karena melihat adanya beberapa keterbatasan yang ada,” pungkasnya. (fel)

Facebook Comments