Radar Batang

Memembangun Kualitas Hidup Manusia Kabupaten Batang Melalui IPM

Anis Yuliastuti, S.ST, Statistisi Pertama BPS Kabupaten Batang

Anis Yuliastuti, S.ST, Statistisi Pertama BPS Kabupaten Batang

Pembangunan idealnya sudah tidak lagi menyasar pada fenomena ekonomi yang ingin dicapai, seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Hal lain yang lebih penting tercapai ialah dari pembangunan tersebut akan tercipta lingkungan yang memungkinkan rakyat untuk menikmatinya dengan umur panjang, sehat dan menjalankan kehidupan yang produktif.

Hal inilah yang ingin diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang terdiri dari 3 aspek dasar meliputi umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan serta standar hidup yang layak. Terdapat 4 komponen di dalam penghitungan angka IPM yaitu Angka Harapan Hidup (AHH) saat lahir, Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Harapan Lama Sekolah (HLS) serta Pengeluaran Per Kapita yang Disesuaikan.

Capaian IPM Kabupaten Batang

Nilai IPM Kabupaten Batang pada tahun 2017 masih dalam kategori sedang yaitu mencapai 67,35. Nilai ini naik 0,97 poin dari nilai IPM tahun sebelumnya yaitu 66,38. Pertumbuhan IPM Kabupaten Batang pada tahun 2017 mencapai 1,46 persen. Nilai ini lebih tinggi dari capaian pertumbuhan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1,40 persen. Meskipun lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya nilai ini masih kalah dengan capaian pertumbuhan IPM ditahun 2015 yang mencapai 2,17 persen. Dibutuhkan waktu 3 tahun lagi untuk mencapai kategori IPM yang tinggi dengan skor 70 bila nilai pertumbuhan IPM Kabupaten Batang tetap diangka 1,46.

Berdasarkan masing-masing komponen pembentuk IPM, capaian AHH saat lahir mencapai 74,50 tahun yang berarti bayi yang baru lahir di tahun 2017 kemungkinan dapat hidup mencapai umur 74,50 tahun. Semakin meningkatnya AHH saat lahir ini menggambarkan semakin panjang umur yang dimiliki generasi yang akan datang. Dari segi pengetahuan, capaian RLS mencapai 6,61 menggambarkan bahwa jenjang pendidikan yang ditamatkan penduduk Kabupaten Batang hanya mencapai 7 tahun atau setara dengan lama belajar di bangku kelas 1 SMP. Nilai ini masih di bawah angka wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk nilai HLS mencapai 11,87 tahun menggambarkan bahwa anak usia 7 tahun ke atas memiliki harapan akan bersekolah hingga 12 tahun ke depan yaitu sampai tamat jenjang SMA.Capaian nilai pengeluaran perkapita yang disesuaikan mencapai 8,8 juta per tahun, naik Rp237.000 dibandingkan tahun sebelumnya.

Tantangan yang ada dari pembangunan manusia ini adalah meningkatkan nilai komponen penyusunan IPM sehingga angka IPM meningkat. Percepatan peningkatan pun menjadi penting agar angka IPM mampu mencapai kategori yang diinginkan. Sangat penting pemerintah daerah memperhatikan angka IPM. Hal ini dikarenakan angka IPM digunakan sebagai salah satu target pembangunan pemerintah dan yang terpenting ialah IPM juga digunakan sebagai alokator dalam penentuan Dana Alokasi Umum (DAU). (*)\

Oleh: Anis Yuliastuti, S.ST, Statistisi Pertama BPS Kabupaten Batang

Facebook Comments