Radar Batang

Alhamdulillah, Warga Miskin Kini Bisa Makan Beras Premium

Beras Premium

LAUNCHING – Dinsos Batang melaunching penyerahan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang secara simbolis diberikan Wakil Bupati Batang, Suyono kepada penerima di Desa Lebo Gringsing, Kamis (15/11).
NOVIA ROCHMAWATI

GRINGSING – Ratusan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing merasa bahagia. Pasalnya, mulai hari ini mereka mulai dapat merasakan manfaat dari BPNT sebagai pengganti bantuan beras sejahtera.

Bantuan itu secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati Batang, Suyono, di Desa Lebo Gringsing, Kamis (15/11). Di Batang sendiri ada sekitar 59.950 masyarakat penerima BPNT.

Suyono berharap bantuan tersebut bisa tepat sasaran, dan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Jika memang tidak layak menerima bantuan, masyarakat sebaiknya melapor ke pemerintah desa, sehingga bisa digantikan ke masyarakat yang lebih berhak. Lelaki asli Limpung itu juga mengimbau masyarakat untuk tidak menjual beras dan telur hasil bantuan BPNT. Kalau ditemukan ada beras atau telur yang kualitasnya buruk, pun penerima agar melapor.

“Kami harap bantuan ini tepat sasaran. Artinya dapat dimanfaatkan oleh yang benar-benar membutuhkan. Dan saya mohon jika ada yang merasa tidak layak atau sudah mampu bisa langsung lapor untuk diganti yang lebih berhak. Jangan sampai kita makan hak saudara kita yang membutuhkan. Dan ini beras kualitasnya premium, kalau bisa jangan dijual. Dan kalau berasnya jelek bisa laporkan dengan pihak terkait. Karena sudah dijamin kualitasnya harus premium,” terangnya.

Kepala Dinsos Batang, Ir Joko Tetuko MSi menerangkan, ada sekitar 59.950 penerima BPNT baik yang termasuk penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan non PKH. Terdiri dari 26.730 penerima non PKH dan 33.220 penerima PKH. BPNT sendiri nantinya berupa kartu debit yang tiap bulannya berisi uang Rp 110.000 yang bisa ditukarkan dengan beras dan telur di agen yang telah ditunjuk.

“Jadi nantinya uang tersebut ditukar dengan 10 kilogram beras dan telur ayam. Nantinya penerima bantuan bisa menukarkan ke 58 agen dan e-warung se kecamatan Batang yang melayani BPNT. Jumlah agen dan e-warung ini nantinya juga bakal bertambah tahun ke tahun, untuk memudahkan pelayanan dan distribusi BPNT,” ujar Joko.

Joko menambahkan, pemerintah desa mempunyai kewenangan untuk mengganti penerima BPNT, jika memang tidak layak. Penggantian penerima bantuan sebelumnya bisa dilakukan melalui musyawarah desa.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan BPNT, Ngatari (70), mengaku senang. Pasalnya bantuan kali ini kualitasnya lebih baik, sehingga layak konsumsi dan bisa untuk kebutuhan sehari-hari. “Alhamdulillah berasnya bagus dan insyaallah layak makan. Sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini. Apalagi saya sudah tidak bekerja, sehingga bisa membantu kehidupan saya,” tandas lelaki asal Lebo Tengah ini. (nov)

Facebook Comments