Radar Kendal

Perangkat Desa Terima Pensiunan Program Inovasi Desa

Perangkat Desa Terima Pensiunan Program Inovasi Desa

TERIMA SANTUNAN- Rumiati, ahli waris dari almarhum Moh Fatah Ariyadi, perangkat Desa Sidomukti, terima santunan klaim BPJS Ketenagakerjaan berupa santunan jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Kabupaten Kendal di tahun 2018 ini sudah dinyatakan bebas dari desa tertinggal. Bahkan, ada delapan desa dinyatakan sebagai desa mandiri dan dua desa masuk 100 desa inovatif terbaik di Indonesia. Kemudia dua desa lainya mendapat penghargaan sebagai Desa Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Hal itu disampaikan Kepala Dispermasdes Kendal, Subaedi, saat gelar Bursa Desa Inovasi di Lapangan Desa Sambongsari Weleri, Rabu (14/11). Hadir Kepala Dispermasdesdukcapil Jawa Tengan Sudaryanto, Bupati Kendal Mirna Annisa. Kegiatan juga dihadiri pendamping desa dan Kepala Desa (Kades) se- Kabupaten Kendal.

“Tentu ini patut kita syukuri bersama, Kendal bisa bebas desa tertinggal di tahun ini. Padahal pemerintah pusat menargetkan Indonesia bebas desa tertinggal itu di tahun 2020, berarti Kendal bisa lebih cepat,” katanya.

Lebih lanjut Subaidi mengungkapkan, Bursa Desa Inovasi diadakan untuk meningkatkan kualitas penggunaan dana desa (DD) yang lebih inovatif dan peka terhadap kebutuhan desa. Selain itu juga sebagai sarana agar daya saing dan perekonomian warga meningkat. Kegiatan itu juga dapat memperkuat kapasitas desa dalam rangka peningkatan kesejahteraan warganya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kendal juga memberikan penghargaan kepada desa inovatif. Yang menerima penghargaan itu, yakni Desa Bringinsari Kecamatan Sukorejo sebagai desa inovatif telah membuat Perdes tentang Larangan Menjual MiraS. “Kemudian ada Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, yang mendapat penghargaan desa inovatif bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa,” terang Subaidi.

Bupati Kendal, Mirna Annisa berharap, dengan digelarnya Bursa Desa Inovasi, maka antar desa bisa saling berbagi ilmu, saling interaksi atau sharing program. Kemudian bisa meniru atau mengadopasi inovasi dari desa lain untuk diterapkan di desanya. Harapannya, kegiatan seperti itu bisa terus berjalan, sehingga satu sama lain saling mengisi untuk bersama-sama memajukan desa. “Kami salut kepada para kades yang telah bekerja maksimal dalam memajukan desanya masing-masing. Para kades inilah sebagai penglima dalam memajukan desa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dispermades Dukcapil Provinsi Jateng, Suharyanto mengatakan, banyak potensi luar biasa yang ada di desa-desa. Harapannya agar desa-desa terus bergerak demi memajukan desanya dengan menggali potensi dan mengelola dengan baik, sehingga menjadi potensi yang berdaya guna untuk dikelola secara maksimal. “Kami harap, inovasi ini terus berjalan mengikuti perkembangan zaman,” tukasnya.

Yang menarik, dalam kegiatan itu juga ada perangkat desa yang menerima pensiunan bulanan dalam program Inovasi Desa Kendal 2018 dari BPJS Ketenagakerjaan. Penyerahan santunan klaim BPJS Ketenagakerjaan diserahkan langsung oleh Bupati Kendal dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kendal kepada ahli waris dari almarhum Moh Fatah Ariyadi, perangkat Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kendal, Yunan Shahada mengatakan, alhi waris yang menerimanya bernama Rumiati. Penyeerahan klaim itu berupa santunan jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun. Menurutnya, penyerahan itu menjadi sejarah baru mengingat Rumiyati adalah ahli waris perangkat desa pertama yang menerima Jaminan Pensiun berkala bulanan dari BPJS Ketenagakerjaan. “Penyerahan ini sejalan karena BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi inovasi Desa Sidomakmur, kecamatan Kaliwungu Selatan dalam bentuk Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” katanya. (nur)

PENULIS: NUR KHOLID MS

Facebook Comments