Siapkan Sejumlah Program Demi Mendongkram IPM

by
Wihaji
Wihaji Bupati Batang
Wihaji
Wihaji
Bupati Batang

BATANG – Problem rendahnya Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Batang benar-benart mengusik perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang di era kepemimpinan Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono. Karena itu, sejumlah program prioritas sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 pun semuanya dimuarakan demi mendongkrak IPM.

IPM menjadi salah satu penakar keberhasilan pembangunan kualitas hidup manusia melalui tiga indikator, yakni pendidikan yang antara lain ditandai dengan rata-rata lama sekolah, kesehatan yang diukur dengan angka harapan hidup, dan standar hidup layak yang diukur dengan pengeluaran perkapita.

Tren IPM Kabupaten Batang sendiri dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan. Tahun 2016 lalu, nilainya sebesar 66,38. Angka itu terbilang rendah, sehingga untuk kabupaten/kota di Jateng sendiri Batang hanya menempati urutan 30. Angka 66,38 juga tercatat masih di bawah IPM provinsi maupun nasional. “Rendahnya IPM Batang ini masih jadi PR terberat, makanya secara bertahap coba kita tingkatkan melalui berbagai program prioritas yang ada,” ucap Wihaji, beberapa waktu lalu.

Setidaknya ada beberapa program prioritas yang ditujukan untuk percepatan peningkatan IPM. Pertama, peningkatan pertumbuhan investasi dengan target menghadirkan 100 investor yang akan menyerap 10.000 tenaga kerja baru.

Wihaji meyakini, ke depan Kabupaten Batang akan menjadi magnet bagi banyak investor. Pertama, modal kekuatan alam yang komplit, dari pesisir, daratan, hingga pegunungan. Kedua, ada jaminan ketersediaa energi listrik (PLTU). Ketiga, ketersediaan lahan masih luas.

Keempat, daya dukung infrastruktur transportasi sangat baik, mulai jalan nasional pantura, double track, hingga tol Trans Jawa serta pelabuhan. Kelima, ketersediaan tenaga kerja plus besaran UMK yang masih terjangkau.

Saat ini, beberapa investor juga sudah menapakan satu kakinya untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Batang. Untuk menyebut di antaranya, yakni PT Kukdong Apparel Batang, PT Sinar Terang Benderang, Opsico Baruna Consortium, PT Rimbawood Arsilestari, dan PT Java Wood Industri.

“Praktis, perusahaan-perusahaan ini tinggal menunggu ditetapkannya Perda RTRW. Jadi, insya Alah sudah banyak yang mengantri,” kata Bupati.

Kedua, masih dalam penguatan ekonomi, Pemkab juga tengah menggencarkan pembangunan sektor kewirausahaan. Program yang sudah berjalan itu ditarget mampu mencetak 1.000 wirausawan baru di desa-desa. Ketiga, pembangunan pariwisata melalui tagline ‘Visit Batang Year 2002, Batang Heaven of Asia’. Dalam hal ini, one village one product menjadi program penopang, terutama untuk pariwisata.

“Bisnis pariwisata diyakini menjadi bisnis masa depan yang tak akan pernah mati. Kata ahli, keuntungannya lebih menggiurkan dari bisnis minyak. Dan jangan salah, pariwisata ini punya dampak langsung ke masyarakat sekitar, simpul ekonomi terbangun, perputaran uang meningkat, potensi kesejahteraan terbantu,” terang Wihaji.

Sementara terkait investasi, jika target itu tercapai, menurut Bupati ekonomi daerah akan tumbuh. perputaran uang meningkat, sehingga masyarakat lebih sejahtera. “Kalau kesejahteraan membaik, maka investasi masyarakat ke kesehatan dan pendidikan juga insya Allah akan lebih baik,” ucapnya.

Khusus sektor pendidikan, salah satu strategi percepatan yang sedang berjalan adalah dengan menarik Universitas Diponegoro (Undip) untuk buka kampus di Bandar melalui Program Studi di luar Kampus Utama (PSDKU). Kata Wihaji, nantinya kampus itu akan menampung hingga 5.000 mahasiswa.

“Bayangkan, perputaran ekonomi setiap tahunnya dari mahasiswa sejumlah itu. Kalau satu mahasiswa dirata-rata pengeluarannya Rp 1 juta/bulan, perputaran uang setahunnya bisa lebih dari 50 miliar. Bandar akan tumbuh menjadi pusat pendidikan, terlebih di situ juga ada Pondok Modern Tazakka. Keberadaan pusat pendidikan ini juga mau tak mau akan meningkatkan angka kunjungan ke Batang. Makanya kepada mahasiswa Undip angkatan ini saya pesan, tolong bantu promosikan Batang,” ujarnya. (sef)