Radar Kajen

Jenazah Tiba, Istri dan Sanak Keluarga Pingsan

Jenazah Tiba

JENAZAH – Para keluarga, saudara dan kerabat, tampak mendoakan jenazah Joyo Nuroso, usai sampai ke rumah duka, di Desa Jetak Kidul, Wonopringgo, Pekalongan, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Raut kesedihan terlihat di wajah-wajah orang yang datang di rumah duka Joyo Nuroso, warga Desa Jetak Kidul, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air. Joyo sendiri menjadi korban ke 79 yang jenazahnya berhasil teridentifikasi dalam insiden kecelakaan pesawat tersebut.

Isak tangis keluarga tak terbendung saat peti jenazah mulai dikeluarkan dari mobil jenazah dengan nomor polisi H 1107 HG, Minggu (12/11) pagi. Tangisan pihak keluarga semakin menjadi saat peti jenazah pembawa korban lion air disemayamkan di dalam rumah duka. Bahkan istri korban dan sanak keluarga lainnya sempat pingsan, saat melihat peti mati suaminya. Ia tampak tak kuasa melihat peti jenazah yang bertuliskan nama Joyo Nuroso.

Rumah duka juga terlihat didatangi warga, kerabat, rekan untuk melakukan penghormatan terakhir sebelum korban diantarkan ke tempat peristirahatan yang terakhir. Belasan karangan bunga duka cita juga tampak berjajar hingga ke ruas-ruas jalan gang desa setempat.

Tampak hadir pula dalam kedatangan jenazah korban pesawat jatuh dari perwakilan Lion Air, pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementrian Kaungan (DJPB) Bangka Belitung dan dari Jasa Rahardja.

Perwakilan dari Lion Air, Ari Siwowibowo, selaku Station Manager Lion Air, saat ditemui awak media di rumah duka, menuturkan, Joyo Nuroso ini merupakan korban ke 79 yang berhasil diidentifikasi.

“Jadi masih 119 dari jumlah semuanya. Kita disini hanya bertugas untuk mengawal sampai rumah duka dan pemakaman. Jika soal kompensasi uang duka sudah dikasih di Jakarta,” katanya.

Joyo Nuroso sendiri merupakan pegawai Kemeterian Keungan yang bertugas sebagai Kasubag Umum KPPN di Pangkal Pinang. Saat kejadian tersebut, korban tengah perjalanan menuju ke Panngkal Pinang.

“Beliau pada saat kejadian, bertujuan akan kembali berdinas usai menengok keluarganya di Semarang, dengan jadwal penerbangan pagi,” ujar Supandi, Kepala Kantor Wilayah DJPB Propinsi Bangka Belitung.

Menurut Supandi, dari 189 penumpang, 21 orang adalah pegawai kementrian keungan.

“Enam di antaranya adalah pegawai DJPB. Dan dari enam tersebut, baru yag bisa didentifikasi baru satu yakni Pak Joyo Nuroso,” katanya.

Untuk kelima korban lainnya masih menunggu identifikasi dari Tim DVI. Jenazah Joyo Nuroso sendiri diterbangkan dari Cengkareng sekitar pukul 05.40 WIB dengan menggunakan Batik Air menuju ke Semarang.

“Alhamdulillah landing lacar. Dari Semarang dilanjutkan perjalanan darat dan disemayamkan di rumah Pekalongan ini kemudian dimakamkan siang usai sholat dhuhur,” jelas Supandi.

Dijelaskan, Joyo Nuroso sendiri dikenal sebagai sosok yang baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan kerja yang menjabat sebagai kabag umum di KPP Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Sebelumnya, pada pagi harinya petugas Jasa Rahardja mellaui kantor perwakilan di Pekalongan, memberikan santunan pada istri korban yakni Anna Rochmawati sebesar Rp 50 Juta. Santunan tersebut sesuai jaminan UU No.33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum.

“Sebelumnya kita turut berduka atas musibah ini. untuk santunan telah diserahkan ke istrinya tadi,” kata Zaenal Kepala Kantor Perwakilan Jasa Rahardja Pekalongan.

Sementara, setelah disemayamkan dan di sholatkan, jenazah Joyo Nuroso, diantarkan ke tempat peristirahatanya terakhir di Tempat Pemakaman Umum Jetak Kidul pada pukul 12.45 wib. Lokasi pemakamannya sendiri tidak begitu jauh dari kediamannya. (yan)

Facebook Comments