Metro Pekalongan

Acara Kacau, Hadiah Pemenang Dijanjikan Ditranfer

Kali Loji Marathon Run

PROTES – Ratusan peserta Kali Loji Marathon Run saat mendengarkan penjelasan dari panitia terkait kacaunya perlombaan yang merupakan salah satu agenda Festival Kali Loji tersebut.
M. AINUL ATHO’

Kali Loji Marathon Run Kacau

Kegiatan Kali Loji Marathon Run yang digelar sebagai rangkaian dari kegiatan Festival Kali Loji, Minggu (11/11), berakhir mengecewakan bagi para peserta.

Panitia dinilai tidak mempersiapkan kegiatan berskala nasional itu dengan baik, sehingga banyak kekurangan yang berakibat pada kacaunya penyelenggaraan kegiatan.

Mulai dari jadwal start lomba yang molor, tidak adanya pembagian kaos peserta, penanda rute yang tidak jelas, tidak adanya tim medis, hingga penyerahan hadiah yang terpaksa diundur, membuat para peserta ramai-ramai memprotes panitia di akhir lomba. Mereka mempertanyakan profesionalisme panitia yang tidak memenuhi standar penyelenggaraan lomba, juga meminta pengembalian uang pendaftaran.

Akibat kekacauan yang timbul, pihak-pihak yang terkait sebagai penyelenggara bahkan sampai dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian untuk memperjelas duduk perkara kacauanya kegiatan tersebut.

Sheila, salah satu peserta yang mengikuti kategori 21K mengaku kecewa dengan penyelenggaraan kegiatan lomba mulai dari persiapan hingga pelaksanaan lomba. Dia yang mengklaim mendapatkan juara 2 pada kategori tersebut, bahkan harus menunggu selama empat hari untuk penerimaan hadiah.

Dia juga mengaku tak percaya penuh terhadap janji panitia yang akan memberikan hadiah palling lambat 4 kali 24 jam. “Saya tidak yakin sebelum adanya jaminan bahwa hadiah akan diserahkan. Selain itu juga ada pengurangan jumlah hadiah dari yang sebelumnya dijanjikan,” keluh Sheila.

Jonathan, orang tua salah satu peserta juga mengeluhkan hal yang sama. Dia menyoroti ketidaksiapan panitia dari segala sisi. Mulai dari tidak adanya kaos bagi peserta, rute jalur yang tidak jelas, penelantaran peserta saat mencapai garis finish hingga tidak adanya tim medis. “Persiapan panitia sama sekali tidak ada. Rutenya tidak jelas sehingga mengacaukan pelari-pelari,” tuturnya.

Alasan Kurangnya Dana

Perwakilan Event Organizer kegiatan Festival Kali Loji, Heri Hermawan menyatakan bahwa segala kekacauan yang timbul disebabkan karena tidak adanya anggaran untuk pelaksanaan lomba Kali Loji Marathon Run. Sebagai EO, dia mengaku tak diberi kewenangan mengelola anggaran sehingga berdampak pada kacaunya persiapan dan pelaksanaan lomba.

“Dari struktur keuangan, kami tidak dapat anggaran karena terkait target peserta yang tidak memenuhi. Dari target peserta 6.000, yang masuk hanya 500, jauh dari target. Itu mnjadikan kami, intinya, tidak bisa menjalankan dengan dana yang terbatas itu. Ini perlombaan yang dipaksakan. Sebelumnya kami sudah sarankan dibatalkan, tapi kapasitas saya hanya EO disini. Dengan pertimbangan nama dan sebagainya akhirnya kami diminta untuk melaksanakan dengan resiko dampaknya ke kita. Keuangan minim dan kapasitas kami sebagai EO akhirnya mencari dana sendiri,” jelas Heri.

Dia menyatakan, target peserta memang terkait dengan jumlah anggaran yang tersedia. Karena pendaftaran peserta ditarik biaya dengan besaran yang berbeda yakni kategori 21K sebesar Rp325.000, kategori 10K Rp275.000, kategori 5K Rp175.000 dan pelajar Rp75.000. Dengan jumlah peserta yang mendaftar, total anggaran yang masuk hanya sekitar Rp69 juta.

Karena keterbatasan anggaran itu, lomba berjalan kacau dan kepada para pemenang Heri juga meminta waktu untuk pembayaran hadiah. Dia menjanjikan akan memberikan hadiah paling lambat empat hari kedepan. “Saya tidak lari, akan dibayarkan maksimal 4 kali 24 jam. Mohon pengertiannya teman-teman peserta,” katanya.

Terpisah, Ketua Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL), Titik Nuraini, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa akar permasalahan adalah ketidak profesionalan EO. Padahal, kegiatan Kali Loji Marathon Run merupakan usulan dari EO sendiri. “Kami sudah meminta untuk menunda pelaksanaannya sejak satu bulan yang lalu karena tidak tercapainya target yang dia sampaikan ke kami. Tapi EO meminta waktu untuk menghitung dan mempertimbangkan. Kemudian menyampaikan bahwa hanya kekurangan sedikit anggaran dan siap mencari untuk tetap menjalankan event ini,” jelas Titik.

Dalam kesepakatan awal, dikatakan titik lomba marathon diusulkan EO justru sebagai penopang utama kebutuhan anggaran untuk seluruh kegiatan Festival Kali Loji mulai dari Konferensi Sungai Asia, lomba dayung, membatik di atas kertas enceng gondok hingga Kali Loji Marathon Run. Karena terbatasnya dana, pihaknya hanya sanggup memberikan Rp15 juta sebagai modal awal. Sisanya, EO menyatakn siap mencari pemasukan dari sponsor dan peserta.

“Dalam perjalanannya, saya melihat jumlah peserta yang mendaftar belum sesuai sehingga saya justru mencari anggaran sendiri untuk mengamankan kegiatan Konferensi Sungai Asia yang tujuannya meringankan beban EO dalam menggelar kegiatan lainnya. Saya cari dana sendiri untuk kegiatan KSA. Tapi intinya tadi EO menyatakan akan bertanggnug jawab terkait hal ini,” katanya. (nul)

Facebook Comments