Metro Pekalongan

Ribuan Peserta Ikuti Tes CPNS 2018 Hari Ini

Kota/Kabupaten Pekalongan di Banyumas, Batang-Kendal di Semarang

Peserta CPNS tahun 2018 saat ini tengah dag dig dug. Pasalnya, pelaksanaan tes berbasis komputer sudah dimulai di beberapa daerah. Di Kabupaten misalnya, pelaksanakan test CAT dimulai hari ini di Gedung Olah Raga (GOR) Satria Purwokerto.

Kota Pekalongan, lokasi tes sama dengan Kabupaten Pekalongan, yakni di GOR Satria, Kabupaten Banyumas. Untuk waktu tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) 15 November hingga 17 November. Sementara Batang dan Kendal, tempat pelaksanakan di Semarang.

Melihat waktu, Kabupaten Pekalongan dimulai hari ini. Ribuan peserta ini terbagi dalam dua sessions, yakni sesi 4 dan sesi 5 yang berlangsung pada Hari Senin – Selasa (12-13/11).

Setidaknya ada 4.985 pelamar CPNS di Instansi Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang lolos seleksi administrasi dan akan mengikuti tes kompetensi dasar (TKD). Total pendaftar di semua formasi mencapai 5.715 orang, sehingga ada 730 pelamar yang gugur dalam tahap seleksi administrasi.

Seperti diketahui, alokasi formasi di Kabupaten Pekalongan sebanyak 389 formasi. Di antaranya meliputi: 2 formasi khusus eks tenaga honorer K2, 247 formasi tenaga guru, 68 tenaga kesehatan, dan 72 tenaga teknis.

Dari 389 alokasi formasi CPNS tersebut, masih ada 18 formasi yang masih kosong dari pelamar. Paling banyak ada di tenaga kesehatan.

Kepala BKD dan Diklat Kabupaten Pekalongan, Totok Budi Mulyanto mengatakan, seleksi untuk peserta CPNS Kabupaten Pekalongan mulai Senin ini.

“Besok (hari ini, red), adalah jadwal tes untuk peserta CPNS instansi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Ini saya tengah melakukan persiapan untuk tes besok di GOR Satria Purwokerto,” kata Totok, kemarin.

Terkait tempat tes, lanjut dia, menyatu dengan sembilan kabupaten kota yang lain, yakni di Purwokerto.

Menurutnya, peserta yang lolos seleksi administrasi, tinggal mencetak nomor tes saja. Sebab, pada saat tes, peserta hanya diperbolehkan bawa KTP dan nomor tes.
“Setelah masuk ruangan, yang boleh dibawa hanya KTP dan nomor tes yang bersangkutan,” sebutnya.

Sebab, kata dia, nomor tes dan KTP ini akan diverifikasi pada saat sebelum masuk ruang ujian CPNS. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi praktik joki dalam tes CPNS nanti.

“Ini sebagai salah satu filter dari praktik joki. Kalau terbukti ada joki, maka nomor tes yang bersangkutan otomatis gugur,” tandas Totok. (yan)

4.702 Ikut Tes SKD

Sementara di Kota Pekalongan, akan menjalani tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) mulai 15 November hingga 17 November mendatang di GOR Satria, Kabupaten Banyumas. Peserta dari Kota Pekalongan terbagi dalam 11 sesi pelaksanaan yakni masing-masing lima sesi pada tanggal 16 November dan 17 November dan satu sesi yakni sesi 5 pada tanggal 15 November.

Untuk Kota Pekalongan, sebanyak 4.702 peserta yang lolos seleksi administrasi akan memperebutkan 274 formasi. Hingga akhir pendaftaran, ada sejumlah formasi yang tidak terisi khususnya untuk jabatan dokter spesialis. Dari belasan formasi dokter spesialis, hanya ada dua formasi yang terisi yakni spesialis jantung dan penyakit dalam.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Pekalongan, Budiyanto menjelaskan, mengenai formasi yang masih kosong pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat apakah akan ada metode seleksi tersendiri atau ada aturan lainnya. “Sebagian terbentur umur. Dokter spesialis rata-rata sudah melebihi 35 tahun sehingga tidak memenuhi syarat. Hanya ada dua formasi dokter spesialis yang terisi yakni spesialis jantung dan spesialis penyakit dalam,” jelasnya.

Ditanya mengenai persiapan pelaksanaan tes, Budiyanto mengatakan untuk persiapan dari Pemkot Pekalongan sudah maksimal mulai dari pelaksanaan pendaftaran hingga seleksi administrasi. “Sedangkan untuk pelaksanaan tes, semuanya difasilitasi dari Pemkab Banyumas,” kata Budiyanto.

Dia mengaku pelaksanaan seleksi CPNS tahun ini mulai dari tahapan pengumuman, pendaftaran hingga pelaksanaan tes, relatif lebih mudah bagi BKPPD sebagai panitia lokal. Sebab hampir seluruh tahapan dilaksanakan secara online. “Untuk kami ini lebih gambang, tidak rumit. Pendaftaran dilaksanakan lewat online, beigut juga untuk penyerahan syarat administrasi. Kemudian kalau ada yang perlu ditanyakan, juga kami fasilitasi lewat medsos kami. Jadi tidak ada kejadian puluhan orang menggeruduk ke kantor untuk bertanya,” tambahnya.

Menurutnya, dukungan teknologi informasi juga memudahkan peserta. Tak hanya dari segi informasi dan tahapan pendaftaran, peserta menurutnya juga dapat mempersiapakan diri secara mandiri melalui dengan luasnya akses internet. Mereka bisa mencari informasi tentang contoh dan pembahasan soal tes CPNS.

“Peserta juga bisa mempersiapkan diri dengan mudah. Bisa mencari info contoh soal dan bisa mempelajarinya sendiri. Selama tahapan informasi pengumuman, pendaftaran, pengiriman syarat administrtasi mereka juga dimudahkan dengan sistem online yang diterapkan ini,” tandasnya.

Pemkot Pekalongan membuka 274 formasi untuk seleksi CPNS tahun 2018. Jumlah formasi tersebut didominasi oleh tenaga guru sebanyak 151 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 64 formasi, tenaga teknis lain sebanyak 50 formasi dan khusus honorer K2 sebanyak sembilan formasi.

Batang Ada 3.519 Peserta

Di Kabupaten Batang, bagi pelamar yang dinyatakan lolos dari seleksi administrasi, maka selanjutnya mereka akan memasuki tahap seleksi kompetensi dasar (SKD).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Batang, Alimudin, mengatakan bahwa ujian yang akan dilaksanakan berbasis komputer itu akan digelar serentak mulai 26 Oktober-17 November 2018. Pelamar bisa melihat jadwalnya melalui portal sistem seleksi CPNS nasional (SSCN).

“Namun untuk jadwal pelaksanaan tes SKD Kabupaten Batang, dipastikan akan digelar pada 14-15 November 2018 bertempat di GOR Wujil Pandanaran Jalan Jenderal Sudirman No. 100 Langensari, Ungaran Barat, Semarang,” paparnya.

Ia mengatakan, mereka (peserta,red) akan dibagi dalam empat sesi pada pelaksanaan tes SKD. Dimana pada hari pertama, 14 November 2018, mereka akan mulai tergabung dalam pelaksanaan tes pada sesi 3, dilanjut sesi 4 dan terakhir sesi 5. Dan pada hari kedua, 15 November 2018, mereka akan mulai tes pada sesi 1.

“Untuk sesi 3, yang dilaksanakan pada pukul 12.30-14.00 WIB akan diikuti oleh para peserta dengan nomor ujian 64061120000001-64061220000121. Untuk sesi 4, yang dilaksanakan pada pukul 14.30-16.00 WIB akan diikuti para peserta dengan nomor ujian 64061220000122-64061230000059,” jelasnya.

Kemudian, untuk sesi 5 yang dilaksanakan pada pukul 16.30-18.00 WIB akan diikuti oleh para peserta dengan nomor ujian 64061230000060-64061230001086. Dan untuk sesi 1 pada hari kedua yang dilaksanakan pada pukul 08.00-09.30 WIB akan diikuti oleh para peserta dengan nomor ujian 64061230001087-6406H230000016.

“Pada pelaksanaan tes SKD, peserta wajib membawa kartu ujian dan KTP asli atau surat keterangan perekaman kependudukan asli. Apabila kedua syarat tersebut tidak dibawa, maka peserta tidak diperbolehkan mengikuti tes SKD dan dinyatakan gugur,” katanya.

Selain itu, kata dia, peserta juga wajib hadir 60 menit sebelum pelaksanaan ujian untuk melakukan registrasi ulang. Apabila peserta terlambat pada pelaksanaan ujian, maka peserta dianggap mengundurkan diri atau dinyatakan gugur.

“Khusus tenaga guru yang memiliki sertifikat pendidik sesuai jabatan yang dilamar, yang telah dilampirkan dalam pada saat pendaftaran, untuk menyerahkan fotokopi sertifikat tersebut pada saat registrasi pelaksanaan tes SKD nanti,” terangnya.

Ditambahkannya, dari hasil rekapitulasi, jumlah pendaftar CPNS di instansi Pemkab Batang ada sebanyak 3.935 orang. Namun yang dinyatakan lulus verifikasi (MS) ada 3.519 orang dan yang dinyatakan tidak lulus (TMS) ada 416 orang. Sedangkan Pemkab Batang sendiri mendapatkan kuota dari pemerintah pusat hanya sebanyak 460 orang.

Di Kendal Ada 5.500 Peserta

Jumlah pendaftar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kendal, tahun 2018, ada 6.069 orang. Dari sebanyak itu, 5.500 pendaftar dinyatakan lulus seleksi administratif dan sekaligus bakal mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Sedangkan 559 pendaftar masuk kategori tidak memenuhi syarat (TMS), karena berbagai sebab.

Perlu diketahui, kebutuhan pegawai ASN di lingkungan Kabupaten Kendal tahun anggaran 2018, sebanyak 399 formasi. Untuk eks tenaga honorer K2 sebanyak 41 formasi, tenaga guru ada 211 formasi, tenaga kesehatan 72 formasi dan tenaga teknis 75 formasi.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kendal Agus Dwi Lestari, melalui Kabid Perencanaan, Pengangkatan dan Mutasi pada BKPP, Arief mengatakan, berdasarkan jadwal, pelaksanaan SKD untuk Kabupaten Kendal akan dilakukan pada tanggal 13 dan 14 November 2018. Adapun tempatnya di GOR Pandanaran Wujil di Jalan Jenderal Sudirman No 100 Ungaran Barat/Kabupaten Semarang. Setiap harinya ada lima sesi pelaksanaan ujian SKD. Pada ujian SKD tanggal 13 November, peserta dari Kabupaten Kendal gabung dengan peserta dari Kabupaten Demak.

Akan tetapi untuk ujian SKD bagi peserta dari Kabupaten Demak dapat kesempatan ujian pagi hari atau pada sesi I. Kemudian pada sesi II, III, IV dan V, baru giliran peserta dari Kabupaten Kendal yang mendapatkan jadwal ujian di hari pertama tersebut. Sedangkan pelaksanaan ujian SKD tanggal 14 November, peserta dari Kabupaten Kendal akan gabung dengan peserta dari Kabupaten Batang. Namun, peserta dari Kabupaten Kendal mendapatkan kesempatan ujian SKD pagi hingga siang hari atau pada sesi I, II dan III.

“Peserta Kabupten Kendal yang ikut jadwal tanggal 13 November, ada yang di ikut sesi II, III, IV dan V. Pada sesi II jam registrasi pukul 09.00 dan jam ujianya pukul 10.00-11.30. Jam registrasi sesi III pukul 11.30 dan jam ujianya pukul 12.30 – 14.00. Untuk sesi IV jam regiustrasi pukul 13.30 dan jam ujian pukul 14.30 – 16.00.
Terakhir sesi V jam registrasi pukul 15.30 dan jam ujian pukul 16.30 – 18.00. Sedangkan peserta seleksi CPNS Kabupaten Kendal yang ujian SKD tanggal 14 November, ikut pada sesi I, II dan III. Jam registrasi sesi I pukul 07.00 dan jam ujian pukul 08.00 -09.30, dan sesi II jam registrasinya pukul 09.00 dan jam ujian pukul 10.00 – 11.30, serta bagi yang ikut sesi III jam registrasinya pukul 11.30 dan jam ujiannya pukul 12.30 – 14.00,” terang Arief, Jumat (9/11).

Dijelaskan, berdasarkan tata tertib pelaksanaan SKD bahwa peserta wajib hadir tepat waktu sesuai jam registrasi atau peserta hadir paling lambat 60 menit sebelum seleksi dimulai, waktu pelaksanaan ujian adalah 90 menit dan peserta wajib membawa kartu ujian dan e-KTP atau surat keterangan pengganti KTP asli. Kemudian peserta wajib registrasi dan mengisi daftar hadir yang sudah disiapkan serta peserta mengenakan pakaian yang sudah ditentukan.

Peserta yang datang terlambat tidak diperkenankan mengikuti seleksi atau dianggap gugur. Bagi peserta yang telah selesia ujian dapat meninggalkan ujian secara tertib. Adapun tata tertib pakaian ujian CAT, pada pelaksanaan SKD, bagi peserta laki-laki adalah menggunakan kemeja warna putih lengan panjang, celana panjang warna hitam bukan berbahan jeans dan sepatu warna hitam tidak harus pantofel.

“Untuk peserta wanita menggunakan kemeja warna putih lengan panjang, celana panjang/rok panjang warna hitam bukan berhan jeans, dan sepatu warna hitam tidak harus pantofel. Khusus bagi peserta menggunakan kerudung warnanya harus hitam,” ungkapnya.

Arief menghimbau seluruh peserta SKD untuk mempersiapkan diri dengan baik, sehingga dalam pelaksanaan ujian nanti dapat mengikutinya sesuai dengan apa yang diharapkan. Percaya dengan kemampuan diri sendiri dan jangan sampai tidak belajar dan justru percaya atau mengandalkan benda keramat seperti jimat. Untuk bisa sukses dan berhasil maka pelajarilah tiga item materi, tes intelegensi umum (TIU), tes wawasan kebangsaan (TWK) dan tes kompetensi dasar (TKD) yang ada pada ujian SKD.

Kalau hal itu bisa dikuasai dengan baik, maka peserta akan lolos dan berhak mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Yang tak kalah penting, peserta bisa mengikuti alur registrasi dengan cermat sehingga tidak menimbulkan antrian yang panjang.

“Kalau sudah waktunya masuk ya masuk. Karena nanti pasti terkonsentrasi massa. Setiap sesi itu 1.000 peserta. Padahal sesi I 1.000 masuk, berikutnya sudah di belakang antri. Ketika sesi I melaksanakan CAT, sesi II masuk ruang pengarahan/ruang registrasi dan sesi III sudah siap-siap. Artinya ada tiga sesi yang dalam satu waktu terkonsentrasi di sana. Ini cukup lumayan juga. Perngalaman kemarin-kemarin, ketika tidak mau antri yang terjadi kericuhan. Mereka datangnya bareng-bareng dan ingin cepat semua. Harapanya semua peserta bisa menaati sesuai dengan alur tata tertib pelaksanaan ujian SKD,” harapnya. (yan/nul/fel/nur)

Facebook Comments