Radar Jateng

Penggunaan Dana Desa Masih Monoton

Penggunaan Dana Desa Masih Monoton

INFORMASI – Para pengelola desa saling bertukar informasi dalam Bursa Inovasi Desa 2018 Kabupaten Purworejo di GOR WR Supratman, kemarin.
MAGELANG EKSPRES

PURWOREJO– Penggunaan Dana Desa (DD) di Provinsi Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Purworejo, masih monoton dan belum inovatif. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah diketahui bahwa lebih dari 90 persen DD hanya digunakan untuk infrastruktur dasar.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinpermadesdukcapil Jateng, Nadi Santoso SP MSi, saat menghadiri pembukaan Bursa Inovasi Desa 2018 kabupaten Purworejo di GOR WR Supratman Purworejo, Selasa (30/10).

“Di atas 90 persen dana desa di Jawa Tengah masih digunakan untuk infrastruktur dasar. Untuk Purworejo saya kira sudah berjalan dengan baik terkait pelaksanaannya, tapi kira-kira hampir sama dengan daerah lain, masih terfokus pada infrastruktur dasar,” ungkap Nadi.

Padahal, lanjutnya, infrastruktur bukan menjadi satu-satunya kategori pemanfaatan DD. Sedikitnya ada 2 kategori lain penggunaan DD agar pemanfaatannya lebih merata, yakni bidang kewirausahaan yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi dan bidang peningkatan sumber daya manusia yang antara lain berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.

“Infrastruktur tetap penting, tapi penekanannya yang betul-betul untuk kesejahteraan masyarakat. Saya kira 3 kategori itu yang akan terus kita dorong,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap, adanya Bursa Inovasi Desa dapat menjadi pemacu desa untuk lebih kreatif dan inovatif. Dalam kegiatan tersebut, desa-desa yang sudah baik dalam pemanfaatan dana desa dapat memberikan informasi atau contoh bagi desa lain yang masih monoton.

“Sebenarnya inovasi di desa sudah banyak. Ada praktik-praktik baik desa dimunculkan pada bursa inovasi desa ini. Harapannya akan terjadi tukar-menukar pengetahuan antardesa. Yang belum memiliki inovasi dapat mencontoh yang inovatif,” tandasnya.

Bursa Inovasi Desa 2018 diikuti oleh seluruh desa di Kabupaten Purworejo dan dihadiri para Camat serta pendamping desa. Selama sehari, masing-masing desa membuka stand, memamerkan program desa, serta melayani konsultasi seputar pemanfaatan DD.

Plt kepala Dinpermades Kabupaten Purworejo, Sumharjono SSos MM, selaku ketua penyelenggara dalam laporannya menyebut ada beberapa tujuan yang diharapkan dari Bursa Inovasi Desa. Di antaranya yaknimemberikan ide dan informasi tentang kegiatan perencanaan pembangunan desa dan direktori penyedia peningkatan kapasitas teknis desa (P2KTD).

“Membangun komitmen desa untuk melakukan adaptasi inovasi, meningkatkan kualitas pengelolaan pembangunan melaluli layanan teknis dan konsultasi dari P2KTD,” sebutnya.

Sementera itu, Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastui SH, saat membuka kegiatan mengungkapkan bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan kewenangan kepada desa, antara lain kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal skala desa. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kapasitas keuangan desa, khususnya melalui transfer Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD), sehingga desa diharapkan meningkat kemampuannya untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara efektif, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Kapasitas desa dalam menyelenggarakan pembangunan dalam perspektif “Desa Membangun” disadari masih memiliki keterbatasan. Keterbatasan itu tampak dalam kapasitas aparat Pemerintah Desa dan masyarakat, kualitas tata kelola desa, maupun sistem pendukung yang diwujudkan regulasi dan kebijakan Pemerintah yang terkait dengan desa.

Sebagai dampaknya, kualitas perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pemanfaatan kegiatan pembangunan desa kurang optimal dan kurang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakatdesa.

“Program Inovasi Desa diharapkan dapat menjawab kebutuhan desa-desa terhadap layanan teknis yang berkualitas dan merangsang munculnya inovasi dalam praktik pembangunan serta solusi inovatif untuk menggunakan Dana Desa secara tepat dan seefektif mungkin,” ungkapnya. (top)

Facebook Comments