Metro Pekalongan

Wagub: Ikuti Nabi, Santri Jangan Malu Bekerja

Ikuti Nabi, Santri Jangan Malu Bekerja

BERI MOTIVASI – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin saat memberikan motivasi kepada para santri dalam kegiatan lokakarya kewirausahaan, Selasa (30/10) di Hotel Sahid Mandarin.
DOK HUMAS

KOTA PEKALONGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menjadi keynote speaker dalam kegiatan lokakarya kewirausahaan bersama ratusan dari Jawa Tengah, Selasa (30/10) di Hotel Sahid Mandarin. Dalam paparannya, Wagub memberikan banyak motivasi untuk mendorong santri agar mau keluar untuk bekerja maupun berwirausaha.

“Santri jangan malu, jangan merasa santri kok bekerja. Karena para nabi juga bekerja selain berdakwah. Kita bisa contoh Nabi Ilyas yang bisa menenun. Di Kota Pekalongan, tenun maupun batik ini luar biasa. Atau menjadi sales, seperti Nabi Muhammad. Nabi dulu sempat menjadi seorang sales. Nabi menjual barang milik Khadijah yang kemudian menjadi istrinya. Di zaman dulu disebut berdagang,” jelas Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Dia menyebut bahwa seluruh kegiatan usaha yang ada saat ini, pernah dilakukan oleh para nabi sebelumnya. “Nabi Adam, juga bertani, kemudian beternak, setiap nabi juga pernah beternak atau menggembalakan hewan ternak. Kita harus mencontoh para nabi yang memiliki jiwa wirausaha maupun yang bekerja sembari berdakwah,” tambahnya.

Demi mendorong para santri agar berani membuka usaha maupun bekerja, Pemprov dikatakan Wagub juga sudah menyiapkan program khusus yakni ‘ekotren’ atau ekonomi pesantren. Program tersebut dikatakannya sudah masuk dalam visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

“Kami sudah siapkan ada Dinperindag, ada Dinas Koperasi. Silakan mau bikin apa saja. Yang terpenting kunci membuka usaha adalah tidak malu dan berani memulai,” jelas Wagub dalam kegiatan bertema ‘Santri: Mahir Membuat Laporan Keuangan’ tersebut.

Kebutuhan santri untuk membuka usaha maupun bekerja, memang sesuai dengan kondisi saat ini. Kesimpulan itu didapatnya dari pengalaman saat mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Provinsi. Saat itu dia sowan ke beberapa kyai dan banyak masukan yang diterima terkait mendorong santri agar berwirausaha atau bekerja.

“Saat itu pesannya sama. Saat ini sudah banyak Ponpes, tapi banyak yang sudah mau mati. Jadi jangan terus membangun Ponpes saja, tapi juga buka peluang usaha. Kemudian saya berkeliling ke santri-santri dan masalahnya juga sama, ide ada tapi modal nol. Ini yang harus kita bantu dan kita dorong bersama,” katanya.

Sehingga Wagub mengapresiasi kegiatan lokakarya dan pelatihan laporan keuangan yang digelar Dinparbudpora Kota Pekalongan tersebut. “Saya apresiasi kegiatan ini yang bisa turut mendorong agar santri bisa menjadi ekonom maupun pengusaha yang handal. Itu menjadi salah satu visi misi kami. Kami sudah menyiapkan semuanya. Manajemen, pelatihan, alat, kami sudah siapkan. Mau yang kecil-kecil, pertanian, atau bidang lain juga sudah siap. Jadi kami tunggu inovasinya,” ucap Wagub.

Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan, Kota Pekalongan merupakan daerah yang identik dengan kota yang religius. Di Kota Pekalongan, terdapat 32 pondok pesantren dengan jumlah santri sebanyak 3.414 orang. “Dari ribuan santri, baru 350 orang yang ikut dalam kegiatan hari ini,” kata Walikota.

Ponpes di Kota Pekalongan, lanjut Walikota, tidak hanya memberikan ilmu agama melainkan juga ilmu umum seperti teknologi informasi dan manajemen kewirausahaan. “Sehingga acara hari ni bukan sesuatu yang aneh atau berlebihan. Tapi tema yang diambil memang agak berbeda yaitu santri mahir dalam membuat laporan keuangan,” tambahnya.

Kegiatan tersebut, dikatakan Walikota dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi para santri. Apalagi di Kota Pekalongan dengan masyarakat yang memiliki tipikal sebagai enterpreneur sehingga sangat relevan. “Apalagi santri banyak yang terlibat dalam organisasi sehingga kemampuan untuk membuat laporan keuangan sangat penting,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut, didatangkan dua narasumber yakni Endah Sri Wahyuni yang merupakan direktur keuangan dan SDM PT IMS serta Senior Auditor BDO Internasional, Listiyani. (nul)

PENULIS: NUR KHOLID MS

Facebook Comments