Radar Kendal

Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Ini Katanya Siap Mengembalikan

KENDAL – Inspektorat Kabupaten Kendal telah rampung melakukan pemeriksaan kasus dugaan penyelewengan penggunaan dana desa (DD) Desa Purwogondo tahun 2017. Hasil laporan pemeriksaan ada kerugian negara yang timbul dari penggunaan DD tersebut. Namun demikian, karena jumlahnya dinilai tidak signifikan, sebagai tindak lanjut Kades Purwogondo akan mengembalikan kerugian negara tersebut.

Kepala Inspektorat Kabupaten Kendal, Tatang Iskandariyanto mengatakan, pemeriksaan yang dilakukannya mengacu pada pemeriksaan seluruh laporan penggunaan DD secara konprehensip. “Tak hanya kepala desa, perangkat desa berikut bukti-bukti laporan juga tak luput dari pemeriksaan,” katanya.

Hasil dari pemeriksaan tersebut, lanjut Tatang, sudah dilaporkan kepada Bupati Kendal untuk diambil tindakan selanjutnya. Sedangkan untuk penyidikan di Polres Kendal, pihaknya masih menunggu dari penyidik Polres. “Biasanya mereka meminta data-data dari Inspektorat,” terangnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugroho mengatakan, penanganan perkara dugaan penyelewengan DD Desa Purwogondo masih berlanjut. “Saat ini kami masih fokus memeriksa saksi-saksi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Mirna Annisa secara resmi telah menonaktifkan Kades Purwogondo, Mulyanto, sampai ada kejelasan laporan dari Inspektorat atas kasus tersebut. “Penonaktifan itu sejak Kamis (4/10) silam. Tujuannya agar memudahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan,” katanya.

Bupati mengaku berterima kasih kepada masyarakat yang aktif mengawal pembangunan desanya setempat. “Ini jadi percontohan warga desa lainnya, jika memang menemukan adanya dugaan penyalahgunaan DD ataupun ADD segera laporkan kepada kami,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, Kades Purwogondo diduga menyelewengkan DD tahun 2017, yakni dalam pembangunan Bendungan Irigasi Sungai Kalong dan sungai Kesek, masing-masing sebesar Rp 61,75 juta. Proyek tersebut diduga fiktif karena bendungan tersebut dibangun oleh Dinas PUPR Kendal. Selain dua proyek bendungan irigasi yang bermasalah tersebut, juga proyek pembangunan Jalan di RT 02 dan 03 Dukuh Mangir. Jalan Lintas Desa sepanjang 270 meter dibangun dengan DD sebesar Rp 125,9 juta. (nur)

Facebook Comments